Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Sepekan Operasi Lilin Progo 2025, Hampir 1 Juta Kendaraan Masuk ke Yogyakarta

Agus Utantoro
28/12/2025 12:32
Sepekan Operasi Lilin Progo 2025, Hampir 1 Juta Kendaraan Masuk ke Yogyakarta
Pejalan kaki melintas di Pedestrian HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (13/10/2022).(Antara)

POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengungkapkan dalam kurun waktu sepekan pelaksanaan Operasi Lilin Progo 2025, hampir 1 juta kendaraan yang masuk wilayah DIY. Jumlah kendaraan yang masuk pun masih lebih banyak ketimbang kendaraan yang keluar wilayah tersebut.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Ihsan, Sabtu (27/12) malam menjelaskan hasil analisa dan evaluasi (anev) terhadap pelaksanaan Operasi Lilin Progo 2025 yang telah berjalan selama satu pekan sejak 20 Desember 2025. Jumlah kendaraan jalur darat yang memasuki wilayah DIY tercatat sebanyak 938.275 unit, sementara kendaraan yang keluar sebanyak 859.740 unit.

Dikatakan, peningkatan orang yang masuk DIY dengan menggunakan transportasi umum juga cukup tinggi. 

"Tercatat sebanyak 216.350 penumpang telah tiba di DIY baik melalui jalur darat maupun udara. Dalam waktu bersamaan, jumlah penumpang yang berangkat meninggalkan DIY berjumlah 211.695 orang," kata Ihsan.

Ihsan menambahkan Stasiun Tugu Yogyakarta menjadi pintu masuk terfavorit bagi pengguna transportasi umum, disusul yang masuk melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dan Stasiun Lempuyangan.

Jumlah Wisatawan

Pada kesempatan itu Kombes Ihsan menambahkan, kunjungan wisatawan ke berbagai objek wisata di DIY juga meningkat tajam. Hingga saat ini, DIY telah menyambut total 1.563.449 pengunjung di berbagai objek wisata.

Malioboro tetap menjadi primadona dengan 1.244.129 pengunjung disusul Candi Prambanan berada di urutan kedua dengan 89.771 pengunjung dan kawasan pantai-pantai di wilayah Gunungkidul mencatat sebanyak 66.440 pengunjung.

Ihsan menyampaikan apresiasinya kepada wisatawan yang berkunjung ke DIY dan teta menjaga ketertiban serta keamanan sekaligus Polda DIY memberikan jaminan keamanan bagi para pelancong.

"Kami mengucapkan terima kasih atas antusiasme wisatawan yang memilih Yogyakarta sebagai tujuan berlibur. Polda DIY bersama instansi terkait akan terus memastikan liburan Anda berjalan aman dan nyaman melalui pengamanan maksimal di titik-titik keramaian," tegasnya.

Waspada Cuaca

Pada kesempatan itu Kabid Humas meminta agar wisatawan beserta stakeholder kepariwisataan meningkatkan kewaspadaannya karena bersamaan dengan masa libur kali ini DIY memasuki puncak musim penghujan.

"Mengingat saat ini wilayah Yogyakarta sering mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. Pastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima, serta tetap berhati-hati saat beraktivitas di area terbuka maupun kawasan wisata alam," kata Ihsan.

Di tempat terpisah Ketua DPD Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) GKR Bendara mengajak seluruh warga Yogyakarta bersabar dan jika tak ada keperluan sebaiknya di rumah saja, mengingat Yogyakarta sedang padat wisatawan.

Kepadatan lalu lintas dan keramaian, katanya adalah konsekuensi dari tumbuhnya pariwisata, sektor yang selama ini menjadi penopang penting roda perekonomian daerah. 

"Saya berharap masyarakat Yogyakarta sendiri untuk menyikapinya dengan kesabaran dan kebijaksanaan, sebagai bagian dari gotong royong menjaga harmoni kota." katanya.

Dikatakan, pariwisata, bagi Yogyakarta bukan sekadar angka kunjungan tetapi perjumpaan manusia, budaya dan ruang.

Putri Sri Sultan Hamengku Buwono X ini juga mengingatkan setiap wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta kesemuanya berharap mendapatkan cerita yang indah dan pengalaman yang menyenangkan dan penuh cerita gembira. Agar cerita itu menjadi indah, ujarnya diperlukan kesadaran bersama, bahwa kenyamanan kota ini lahir dari sikap saling menghargai antara tuan rumah dan tamu.

Ia juga berharap wisatawan yang berkunjung bisa menjaga diri termasuk tidak berfoto di tengah jalan, menggunakan trotoar sebagaimana mestinya, menjaga kebersihan lingkungan, kesopanan, kepedulian dan mencerminkan etika wisata beradab.

"Yogyakarta mengajarkan bahwa keindahan sejati tidak hanya terletak pada destinasi, tetapi pada cara kita memperlakukan tempat yang kita singgahi. Budaya Jogja hidup dalam sikap: dalam tutur kata yang lembut, dalam langkah yang tertib, dan dalam kesadaran untuk tidak meninggalkan sampah, baik secara fisik maupun sosial," kata GKR Bendara. (AU/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik