Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPULANGAN ulama besar Aceh ke rahmatullah, Teungku H Muhammad Daud bin Ahmad atau biasa dikenal dengan Abu Lhok Nibong, pada Minggu (18/6) sekitar pukul 07.30 Wib, suatu kehilangan luar biasa bagi masyarakat di bumi Serambi Mekkah dan sekitarnya.
Itu karena almarhum banyak melahirkan ulama muda dan hingga akhir hayat masih mengasuh ribuan santri di pesantrennya Darul Huda Desa Krueng Lingka Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Timur.
Kerinduan warga terhadap sang guru besar ahli Ilmu fiq Islam tersebut tampak dari puluhan ribu tamu bertakziah memenuhi kediaman almarhum di komplek pesantren Nurul Huda. Amatan mediaindonesia.com, hingga Selasa (21/6) atau hari ke tiga setelah wafat almarhum, tidak henti-henti siang malam puluhan ribu warga terus berdatangan.
Para tamu yang hadir itu dari berbagai kabupaten/kota di Aceh dan asal luar daerah. Setiba di lokasi pesantren mereka berzikir, samadiah dan berdoa secara berjemaah atau ada juga yang sendiri-sendiri.
Bahkan para tamu itu rela duduk di ruang terbuka atau berdoa pada tempat duduk seadanya. Lalu mereka juga menziarahi makan sang guru besar itu.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, DR H Iqbal Sag Mag, mengaku sangat kehilangan atas berpulangnya ke rahmatullah Teungku Muhammad Daud bin Ahmad yang akrab disapa Abu Lhok Nibong atau Abu Lueng Angen.
Dikatakan Iqbal, Abu Lhok Nibong adalah ulama yang sangat peduli terhadap persoalan ummat. Hingga usianya sudah senja beliau tidak tidak mengenal lelah pulang-pergi ke berbagai pelosok Aceh guna mengajar majelis taklim para ulama generasi sekarang.
"Insyaallah Abu Husnul khatimah dan keluarga yang di tinggal tabah serta tawakkal kepada Allah SWT." kata Kakanwil Kemenag Aceh Dr H Iqbal SAg MAg.
Penelusuran Media Indonesia, Teungku Muhammad Daud bin Ahmad lahir pada bulan Maret 1941 di Desa Meunasah Leubok, Lhok Nibong, Aceh Timur. Murid dari ulama besar Aceh Teungku Abdul Aziz bin Muhammad Saleh menimba ilmu di pesantren Mudi Mesra, Samalanga, Kabupaten Bireuen (dulu Aceh Utara).
Teungku Muhammad Daud anak bungsu tiga bersaudara dari pasangan suami Istri Teungku Ahmad bin Latif-ibunda Dhien. Seorang ulama fiq terkenal murid Abu Lhok Nibong yaitu Teungku Muhammad Ali bin Teungku Abdulmutahalib, pimpinan pesantren Bustanul Huda di Desa Cek Doi, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur.
Almarhum Abu Lhok Nibong, menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 07.30 Wib di ruang ICU Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh, Minggu 18 Juni 2022.
Amal bakti lelaki tua yang akrab dipanggil Abu Lueng Angen itu telah menyinari ummat muslim di Nusantara. Antara lain yaitu melahirkan banyak ulama muda yang kini menetap serta mengajar ilmu fiq islam atau lainnya di berbagai wilayah Aceh hingga Provinsi lainnya di Sumatra serta Pulau Jawa. Semoga Allah kuburnya menjadi kebun surga... Aamiin (OL-13)
ANCAMAN besar korban penyintas bencana di Aceh bukan hanya rumah yang digulung gelombang banjir bandang pada 24-27 November 2025 lalu.
Fokus pembersihan oleh aktivis 98 di Aceh Utara menyasar pada pekarangan Masjid Assa'adah, Meunasah (balai desa), serta akses lorong desa.
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Keterisolasian ini memaksa harga durian di tingkat petani terjun bebas. Durian ukuran sedang yang biasanya dihargai Rp8.000 per buah, kini hanya bernilai Rp2.500 per buah.
Seorang warga yang terdampak banjir di Desa Karangligar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga.
Pendaki asal Magelang Syafiq Ridhan Ali Razan (18) yang dilaporkan hilang sejak 17 hari lalu saat mendaki Gunung Slamet akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Dia kehilangan nyawa di Arab Saudi setelah terjatuh dari lantai dua sebuah gedung tempatnya bekerja pada 18 Desember 2025.
Satu orang tewas dan lima lainnya luka-luka dalam kecelakaan di Tol Batang–Semarang. Polisi mendalami dugaan gangguan kemudi pada truk trailer bermuatan besi.
"Ada satu meninggal dunia ketika dalam perawatan di RSUD Kalisari Batang yakni kernet bus bernama Sucipto (47), warga Ngromo RT 02 RW 08, Rejosari, Bancak, Kabupaten Semarang,"
Lima santriwati yang hanyut sudah ditemukan semuanya dalam kondisi meninggal dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved