Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR air laut pasang (rob) kembali merendam beberapa daerah di pantura Jawa Tengah. Warga di pesisir pantura mulai khawatir rob tinggi seperti akhir Mei lalu dengan membuat tanggul di rumah mereka.
Pemantauan Media Indonesia, Sabtu (18/6), banjir rob kembali merendam beberapa daerah di pantura seperti Pekalongan, Demak, dan Pati, Jawa Tengah. Ratusan rumah sudah terendam dengan ketinggian air 20-50 sentimeter.
Sedangkan jalan dan areal lain terendam hingga 70 sentimeter.
Di Kabupaten Demak, banjir rob merendam Kecamatan Sayung, Karangtengah, dan Wedung. Warga mulai siaga dengan membuat tanggul dengan karung plastik berisi pasir dan tanah untuk membentengi rumah Mereka khawatir rob tinggi
seperti terjadi pada Mei lalu terulang kembali. Apalagi jalur pantura Semarang-Demak juga telah terendam.
Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Pati. Beberapa wilayah seperti Dukuhseti dan Tayu, sedikitnya 200 rumah warga terendam rob dengan ketinggian 30 sentimeter. "Belum semua data masuk, tetapi sudah ada 200 rumah warga terendam di dua kecamatan tersebut," kata Kepala BPBD Pati Martinus Budi Prasetya.
Sedangkan di Pekalongan, banjir rob kembali merendam beberapa wilayah seperti Pekalongan Barat, Pekalongan Utara, dan Tirto, meskipun tidak setinggi rob sebelumnya. Namun banjir kali ini membuat warga waspada. Apalagi hujan masih kerap mengguyur daerah tersebut membuat volume sungai meningkat.
"Tidak setinggi seperti rob Mei lalu karena ada tanggul yang jebol. Namun kami juga khawatir banjir rob tinggi terulang kembali," ujar Rohman, 52, warga Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.
Hal serupa diungkapkan Budi, 60, warga Tirto, Kota Pekalongan, banyak warga masih trauma dengan banjir rob akhir Mei lalu. Karenanya, ketika rob kembali datang warga langsung siaga dengan memantau tanggul sungai yang sempat jebol. "Kami siaga dan memantau tanggul secara bergilir," ujarnya.
Baca juga: Ombudsman Sumut Ungkap Peluang Modus Kecurangan di PPDB
Kepala Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Tempat Pelelangan Ikan Kota Pekalongan, Mahson, mengatakan cuaca buruk tidak hanya mengakibatkan banjir rob datang lagi, tetapi juga menyebabkan para nelayan tidak melaut karena khawatir menyebabkan kecelakaan saat mencari ikan. Cuaca dengan gelombang tinggi, ungkap Mahson, terjadi karena selain hujan dan angin besar juga disebabkan oleh pengaruh supermoon (bulan purnama).
Para nelayan memilih untuk menyandarkan kapal di bawah lima gross ton. "Biasanya waktu berhenti melaut dipergunakan untuk memperbaiki kapal dan jaring," tambahnya. (OL-14)
Capaian ini sekaligus mencatatkan Jawa Tengah sebagai daerah dengan serapan tenaga kerja tertinggi kedua di Pulau Jawa,
Kesenjangan akses medis antara kota dan desa harus segera diakhiri melalui jemput bola pelayanan.
Strategi penanganan dilakukan melalui skema peningkatan hingga rehabilitasi rutin untuk menjaga konektivitas antarwilayah.
Hingga Oktober 2025, kerusakan kawasan konservasi akibat tambang ilegal telah mencapai 409 hektare.
Tol Kanci-Pejagan, tercatat sebanyak 3.465 kendaraan melintas keluar tol sejak pukul 00.00 hingga pukul 08.00 WIB pagi tadi.
Prestasi gemilang tersebut dinilai menjadi bagian krusial dari keberhasilan kontingen Indonesia dalam mempertahankan posisi teratas pada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut.
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau banjir rob yang diprediksi melanda sejumlah wilayah Indonesia pada pertengahan Februari 2026.
BMKG memperingatkan gelombang tinggi hingga 2,5 meter disertai hujan badai dan angin kencang di perairan Jawa Tengah, Minggu (1/2).
BMKG: cuaca ekstrem berpotensi di 24 daerah di akhir pekan ini terutama di daerah Pantura dan Jawa Tengah bagian tengah.
BPBD DKI Jakarta juga meminta masyarakat untuk secara aktif memantau perkembangan informasi kondisi gelombang dan pasang air laut melalui laman resmi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD DKI Jakarta mengimbau warga yang tinggal di kawasan pesisir Pantai Utara Jakarta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob.
Selain akibat naiknya permukaan air laut, banjir rob di di wilayah tersebut juga terjadi akibat curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved