Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYEBARAN Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Bandung Barat (Babar), Jawa Barat, menunjukan peningkatan dalam beberapa pekan terakhir.
Hingga kini tercatat total sudah ada 3.827 hewan ternak yang tertular PMK di wilayah Babar. Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Bandung Barat, Undang Husni Tamrin menjelaskan, masyarakat tidak perlu resah dengan banyaknya hewan yang tertular PMK. Karena pihaknya terus bergerak memitigasi risiko kesehatan hewan dan lingkungan serta pengaruh akibat wabah tersebut.
"Upaya ini sebagai persiapan menjelang pelaksanaan Idul Adha untuk memastikan kondisi hewan kurban sehat dan aman dikonsumsi," kata Husni Tamrin, Kamis (16/6).
Bedasarkan hasil pemeriksaaan laboratorium di Balai Veteriner Subang, Kementerian Pertanian. Dari total 3.827 ekor yang tertular terdiri dari 610 ekor sapi potong, 3.198 ekor sapi perah, dan 21 ekor domba, yang tersebar di 14 kecamatan. Jumlah tersebut akumulasi sejak kasus pertama PMK ditemukan di Bandung Barat pada 23 Mei lalu.
Dijelaskannya, meskipun penyakit ini menular pada ternak namun tidak kepada manusia. Tingkat kematian penyakit ini juga sangat rendah hanya 2-3 persen, sedangkan tingkat kesembuhan cukup tinggi yakni hingga 95 persen jika ditangani dengan cepat dan tepat.
"Kita terus bergerak untuk memitigasi risiko kesehatan hewan dan lingkungan serta pengaruh akibat wabah PMK," jelasnya.
Langkah strategis juga sudah dilakukan, seperti koordinasi dengan TNI/Polri, Balai Inseminasi Buatan, Balai Veteriner Subang, dan Asosiasi Bandar dan Pedagang Daging, untuk pengawasan lalu lintas hewan. Serta melakukan biosecurity, dekontaminasi, penelusuran, dan pengobatan supportif
pada ternak.
"Ke depan kami akan melakukan vaksinasi dan upaya pemulihan produktivitas ternak, saat vaksin PMK sudah tersedia," terangnya.
Selain langkah dari pemerintah, Undang juga meminta kepada para peternak melakukan antisipasi dan deteksi dini hewan peliharaan mereka. Ciri-ciri hewan yang tertular PMK bisa dikenali seperti hewan menjadi lemas, lesu, air liur berlebih, susah makan, mulut melepuh, bahkan kaki
pincang. Terutama pada jenis hewan berkuku belah atau genap yakni sapi, kerbau, domba, kambing dan unta.
"Penyakitnya tidak menular pada manusia, tapi jika dibiarkan, gejala beratnya bisa berdampak kuku hewan melepuh sampai terlepas, tidak bisa jalan, tubuh kurus, bahkan bisa menyebabkan kematian," pungkasnya. (OL-13)
Baca Juga: Nelayan Setop Melaut, Harga Ikan Segar di Kupang Naik 200%
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Tahun 2025 kondisi usaha hotel dan restoran tidak ideal
Ada peningkatan kunjungan wisata di Bandung Barat sebesar 93.725 wisatawan
Perayaan kembang api hanya dilakukan sebagian kecil masyarakat di rumah masing-masing
Hotel bintang 5 itu secara resmi mengukuhkan posisinya sebagai destinasi akomodasi premium
ARUS lalu lintas di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mulai mengalami lonjakan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Senin (22/12).
Amran menilai, praktik penyelundupan pangan sebagai tindakan yang mencederai kepentingan bangsa dan petani.
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memastikan stok dan harga sapi hidup di tingkat produsen tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Lebaran tahun depan.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) akan merehabilitasi 436,99 hektare lahan cabai di Sumatra Utara (Sumut) yang terdampak bencana banjir dan longsor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved