Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKITAR dua ribu ekor sapi di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur ditargetkan akan mendapatkan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) yang dilakukan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.
Kepala Bidang Produksi dan Peternakan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, drh Toni Hartono mengatakan, sapi-sapi yang divaksinasi adalah yang kondisinya sehat. Tujuan vaksinasi untuk memperkuat kekebalan tubuh agar tidak tertular virus PMK.
"Targetnya ada dua ribu ekor sapi yang akan divaksin di Sidoarjo," kata Toni, Rabu (15/6).
Menurut Toni, percepatan vaksinasi sapi di Sidoarjo, tergantung dari pasokan vaksin yang diberikan. Namun secara bertahap, seluruh ternak sapi di sidoarjo akan mendapatkan vaksinasi untuk memutus mata rantai penyebaran virus PMK. Vaksinasi sapi di Sidoarjo telah dimulai Selasa (14/6). (OL-15)
Ia mengatakan pada awalnya sebanyak 21 ribu ekor sapi yang siapkan. Namun, di tengah perjalanan ada penambahan permintaan sebanyak 9.000 ekor sapi yang dikirim dari Sumbawa.
Kementan mempercepat pengembangan investasi peternakan sapi skala besar di Kalimantan Tengah dengan target populasi mencapai 200 ribu ekor dalam satu kawasan terintegrasi.
Sudaryono menegaskan harga sapi di kandang peternak saat ini terpantau masih berada di bawah batas acuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Kontes Ternak dan Bursa Sapi Potong di Rumah Potong Hewan (RPH) Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Sapi yang dirawat dengan baik akan tumbuh menjadi besar hingga beratnya bisa mencapai 500 kilogram. Ukuran itu dapat memproduksi banyak daging.
Emilia Achmadi, seorang ahli Gizi Olahraga yang merupakan lulusan Universitas Oklahoma, mengungkapkan bahwa kualitas daging sapi lokal dan impor dapat berbeda.
Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina mendesak penambahan anggaran imunisasi menyusul meningkatnya KLB Campak pada awal 2026
Tingkat kesembuhan campak sangat bergantung pada kondisi imun tubuh pasien.
Dokter mengingatkan campak dapat memicu komplikasi serius pada kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan pasien imun lemah. Vaksinasi jadi pencegahan utama.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved