Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK tiga hari terakhir, harga cabai merah Dan cabai hijau di kawasan Provinsi Aceh melambung tinggi. Hal itu diduga akibat cuaca ekstrem sehingga hasil produksi dari petani lokal menurun drastis.
Amatan Media Indonesia, Kamis (9/6) di Banda Aceh ibukota Provinsi Aceh misalnya, harga cabai merah dari sebelumnya Rp 60 ribu per kg (kilogram), sejak tiga hari terakhir naik menjadi Rp70 ribu per kg. Lalu cabai hijau dari sebelumnya Rp30 ribu per kg, sekarang naik menjadi Rp55 ribu per kg.
Kenaikan harga juga terjadi di Kabupaten Pidie, sebagai kawasan produksi penghasil cabai merah di Provinsi Aceh. Misalnya di pusat pasar Pante Teungoh, Kota Sigli, Ibukota Kabupaten Pidie, harga cabai merah dari sebelumnya Rp50 ribu per kg, sekarang naik menjadi Rp60 ribu per kg.
Kemudian cabai harga cabai hijau menjadi Rp40 ribu per kg. Harga tersebut lebih mahal dari tiga hari lalu Rp30 ribu per kg.
Fadli, pedagang cabai di pusat pasar Pante Teungoh, Kota Sigli, Kabupaten Pidie, mengatakan, kenaikan harga itu karena pasokan cabai dari petani berkurang dari biasanya. Pasalnya di lokasi pesisir Selat Malaka tersebut sekarang sedang dilanda cuaca ekstrem.
"Situasi seperti ini memang sulit. Modal bertambah besar dari sebelumnya, tapi keuntungan tidak bertambah. Pasalnya konsumen sudah menghemat pembelian dan kita sulit mengambil keuntungan lebih besar walaupun modal sudah naik" kata Fadli.
Panasnya suhu udara, sering terembus angin dan kemarau telah menjadi ancaman terhadap pertumbuhan tanaman cabai. Karena itu proses pembungaan cabai terganggu. Berikutnya pertumbuhan buah ke proses matang juga tidak stabil.
"Produksi turun luar biasa. Lalu buahnya pun kerdil. Sedangkan biaya perawatan tinggi. Ditambah lagi harga bagan saprodi yang cukup mahal" tutur Anwar, petani cabai di Desa Blang Garot, Kecamatan Indramayu, Pidie. (OL-13)
Baca Juga: Upaya Pemkab Lembata Datangkan Kambing Boer Terkendala PMK
Ditambah lagi cuaca ekstrem seperti angin kencang dan hujan deras masih sering menghantui kawasan provinsi di ujung barat Indonesia itu.
Perubahan jalur jelajah akibat bencana hidrometeorologis seperti banjir dan tanah longsor juga diduga kuat mengubah pola pergerakan serta habitat alami gajah.
Diduga akibat tersengat kawat yang dialiri arus listrik bertegangan tinggi. Saat ditemukan, belalai gajah masih dalam kondisi terlilit kawat listrik.
Tahun 2024 Study Abroad Aide menempatkan USK tersebut di tangga 22 persen kampus terbaik dunia kategori universitas tujuan mahasiswa internasional.
BRIN menjelaskan lubang besar di Aceh Tengah bukan fenomena sinkhole, melainkan longsoran geologi akibat batuan tufa rapuh, hujan lebat, dan faktor gempa bumi.
Seorang petani di Bener Meriah, Aceh, meninggal dunia setelah diserang kawanan gajah liar saat mencoba mengusir satwa tersebut dari kebunnya.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk di berbagai wilayah Indonesia. sepekan ke depan.
Pesawat Pelita Air AT-802 rute Tarakan–Krayan jatuh di Nunukan. Pilot ditemukan meninggal dunia, cuaca buruk diduga menjadi penyebab insiden.
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved