Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPR RI Deddy Yevri Sitorus menilai usulan rencana menaikkan tiket naik ke Candi Borobudur menjadi Rp750 ribu untuk turis lokal dan US$100 untuk turis asing cenderung mengarah ke komersialisasi.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan lah yang pertama kali mengumumkan usulan itu.
Baca juga: Makin Solid, Relawan Konco Optimistis Antar Erick Thohir Ke Pilpres 2024
“Bagi saya tidak masuk akal kalau alasannya adalah konservasi, lebih cenderung komersialisai,” kata Deddy melalui keterangan resmi, Senin (6/6).
Menurut Anggota Komisi VI DPR itu, kalau niatnya membatasi jumlah pengunjung yang boleh naik ke Candi Borobudur tetap diangka 1.200 orang, tak harus dengan menaikkan harga.
Ia berujar, bagi pengunjung yang datang lebih dulu untuk naik Candi Borobudur dipersilakan hingga jumlah maksimum yang ditetapkan. Atau siapa yang mendaftar lebih dulu melalui aplikasi, diperbolehkan naik lebih dulu.
“Saya heran, kalau pakai prinsip konservasi yang dipakai, harusnya yang dibatasi jumlah orangnya saja, dan bukan kemampuan keuangannya”, tegas dia.
“Lalu apakah orang miskin tidak berhak untuk naik dan menikmati Candi Borobudur?” tambahnya.
Lebih lanjut, harga yang disebutkan Luhut itu jauh lebih besar dari situs bersejarah serupa di berbagai negara. Deddy mengaku melakukan riset harga tiket masuk ke situs Acropolis of Athens dan lainnya di Yunani dengan harga total tiket hanya €30 atau sekitar Rp464 ribu.
Demikian pula dengan situs warisan dunia yang ada di Italia yang mana tiket masuk ke 3 situs utama yaitu Collosseum, Forum dan Palatio seharga €18 atau sekitar Rp278 ribu saja.
Tidak jauh berbeda dengan situs terkenal lain di dunia yaitu Piramida Giza di Mesir dan Taj Mahal di India yang tiket masuknya hanya sebesar $25 - $30 atau sekitar Rp360- 433 ribu, yang sudah termasuk paket pemandu atau layanan foto.
“Sementara tiket Rp750 ribu itu hanya untuk naik ke atas Candi Borobusur. Ini siksaan dan ketidakadilan bagi rakyat kecil dan bisa berdampak negatif terhadap jumlah pengunjung ke Borobudur,” pungkas Deddy. (OL-6)
Bima Arya mendorong pematangan konsep Green Island Nusa Penida yang harus terintegrasi dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) agar pembangunan berjalan terstruktur dan berkelanjutan.
Peran guru BK dan kepala sekolah sangat krusial dalam membantu siswa menentukan arah studi serta karier masa depan mereka.
Pelni Hadir pada Pameran Pariwisata Bangga Berwisata di Indonesia
Candi Muara Takus merupakan salah satu situs cagar budaya paling signifikan di Sumatra dengan nilai sejarah dan arkeologis yang sangat tinggi.
Direktur Utama PT AI Indonesia Sony Subrata meyakini bahwa teknologi AI dapat diterapkan secara nyata untuk memenuhi kebutuhan sektor pariwisata Indonesia.
INSTITUT Pariwisata (IP) Trisakti menyelenggarakan kegiatan International Guest Lecture dengan menghadirkan Ketua Otorita Administratif Khusus Oe-cusse Ambeno.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved