Rabu 01 Juni 2022, 13:49 WIB

Heboh, Kijang Liar Gunung Sawal Masuk Ruang Kelas SD

Kristiadi | Nusantara
Heboh, Kijang Liar Gunung Sawal Masuk Ruang Kelas SD

DOK BKSDA Ciamis.
Seekor kijang diamankan di Balai Besar Konservasi Sumber DayaAlam (BKSDA) Wilayah III Jabar di Ciamis, setelah ditangkap warga.

 

SEEKOR kijang (Muntiacus muntjak) berkelamin jantan tersesat dan masuk ke ruang kelas SDN 5 Maleber di Jalan Lingkungan Blender, Kelurahan Maleber, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (31/5). Kejadian tersebut baru pertama terjadi dan membuat semua siswa dan guru mengalami kepanikan.

Ketua RT 08 Lingkungan Blender, Iwan Irawan, mengatakan pihaknya mendengar para siswa dan guru di dalam ruangan menjerit ketakutan. Setelah pihaknya mendatangi SDN 5 Maleber, mereka melaporkan seekor kijang masuk ruang kelas. Pihaknya pun melihat hewan tersebut menendang kursi, meja, alat musik, dan alat olahraga sehingga berantakan.

"Kami bertiga berhasil menangkap kijang itu memakai jaring net bola voli. Kijang sempat liar dan lari-lari menyebabkan ruang kelas berantakan karena ditendang, diseruduk, hingga masuk ke jaring. Penangkapan itu memang sulit dilakukan sebelum berhasil ditangkap dan diikat," katanya, Selasa (31/5).

Kijang itu langsung diserahkan kepada petugas BKSDA yang datang ke lokasi setelah diberi tahu warga setempat. Berat badan hewan tersebut sekitar 40-50 kilogram. Kondisi hewan itu ketakutan dan stres langsung masuk ke ruang kelas, tetapi beruntung tak ada korban yang ditendang. "Hewan itu memang menendang dan tangan kami masih sakit," ujarnya.

Baca juga: Kalsel Kembangkan Sistem Pertanian Padi Apung

Petugas fungsional Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jabar di Ciamis, Dede Nurhidayat, mengatakan pihaknya mengamankan seekor kijang yang ditangkap dari ruang kelas SDN 5 Maleber. Kondisi hewan itu sekarang masih perlu perawatan. Ada beberapa luka pada bagian kaki dan tubuh. Dokter hewan akan melakukan pemeriksaan dan pengobatan.

"Sekolah berada di sisi gang sempit, termasuk padat permukiman, jauh dari kawasan hutan Gunung Sawal. Hewan tersebut berkelamin jantan dan berusia enam bulan. Memang kondisinya takut dan stres saat berhadapan dengan manusia. Hewan itu dilindungi negara, berasal dari hutan suaka margasatwa Gunung Sawal. Ke depan kijang itu akan kembali dilepasliarkan," paparnya. (OL-14)

Baca Juga

MI/MOHAMAD IRFAN

Temuan BPK RI, Dinas Perkim Banjarbaru Pecah Pengadaan Jadi 102 Paket

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 November 2022, 11:06 WIB
Hasil pemeriksaan menunjukkan Dinas Perkim tidak melakukan konsolidasi atas 102 paket pekerjaan yang memiliki sifat, jenis dan lokasi yang...
MI/Apul Sianturi

Di Tao Toba Heritage Fest, Erick Thohir Sah Bermarga Sidabutar

👤Apul Sianturi 🕔Minggu 27 November 2022, 10:05 WIB
Menteri BUMN RI Erick Thohir dinobatkan menjadi Marga Sidabutar dan menjadi anak ke-empat dari Harry Boss Sidabutar, seorang Tokoh...
MI/Gabriel Langga

Tiga Jenazah Ditemukan Terdampar di Pantai Lelendo Kupang

👤Palce Amalo 🕔Minggu 27 November 2022, 08:01 WIB
WARGA menemukan tiga jenazah terdampar di Pantai Tanjung Lelendo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Minggu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya