Rabu 25 Mei 2022, 23:34 WIB

Polda NTT Tahan Istri Terdakwa Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak

Palce Amalo | Nusantara
Polda NTT Tahan Istri Terdakwa Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak

DOK MI
Sidang pembunuhan Astri Evita Suprini Manafe, 30 dan anaknya, Lael Maccabe, 1 tahun, dengan terdakwa Randi Bajideh.

 

POLDA Nusa Tenggara Timur (NTT) menahan Irawaty Astana Dewi Ua atau Ira, istri Randy Bajideh, terdakwa kasus pembunuhan ibu dan anak. Ira mulai ditahan Rabu (25/5) malam.

Ira ditahan setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus yang sama sejak Selasa (24/5). Ia ditangkap polisi setelah praperadilan terkait penetapan tersangka oleh penyidik ditolak Pengadilan Negeri Kupang.

Kabid Humas Polda NTT AKB Ariasandy mengatakan Ira diduga terlibat  dalam kasus pembunuhan Astri Evita Suprini Manafe, 30 dan anaknya, Lael Maccabe, 1 tahun. "Tersangka ditahan sejak pukul 18.00 Wita di Polda NTT," kata Ariasandy.

Kasus pembunuhan Astri dan Leal terjadi pada 27 Agustus 2021. Jenazah ibu dan anak ini dikuburkan pada 31 Agustus 2021 di sebuah lokasi yang jauh dari permukiman penduduk di Kelurahan Penkase Oeleta, Kelurahan Alak. Jenasah ditemukan oleh pekerja proyek pembangunan pipa pada 30 Oktober 2021.

Dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Kupang sebelumnya, jaksa menyebutkan kasus pembunuhan berawal dari perselingkuhan antara Randy Bajideh dan Astri. Ira murka setelah tahu perselingkuhan itu, apalagi setelah Astri melahirkan Lael.

Karena itu, Randy dan Astri sering bertengkar dan Ira sering  mengeluarkan kelimat yang menyebutkan "Selama Astri dan Lael masih ada, saya hidup tidak tenang," kata jaksa dalam sidang pembacaan dakwaan.

Karena itu, timbul niat Randy untuk menghabisi nyawa Astri dan Lael. "Randy bilang, saya pergi bunuh mereka saja ko?," kata Jaksa. Kalimat inilah yang kemudian menjerumuskan Ira jadi tersangka dan mulai ditahan.

Kuasa Hukum keluarga Asri dan Lael, Adhitya Nasution mengatakan, penahanan terhadap Ira merupakan langkah yang sangat tepat karena telah menjalankan amanat undang-undang. Apalagi, ancaman hukuman dan perbuatan yang dilakukan termasuk dalam kejahatan berat. "Ini kejahatan terhadap nyawa. Sudah sangat tepat dan patut dilakukan  penahanan terhadap para tersangka," ujarnya. (OL-15)

Baca Juga

dok.medcom

Kecelakaan Beruntun Belasan Kendaraan Di KM 92 Cipularang Arah Jakarta

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 06:54 WIB
BELASAN kendaraan dikabarkan terlibat kecelakaan beruntun di KM 92 Tol Cipularang arah Cikampek-Jakarta pada Minggu (26/6)...
dok.ist

OMG Jatim Berharap Ganjar Menjadi Presiden di 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 05:50 WIB
ORANG Muda Ganjar (OMG) Jatim menyatakan dukungan untuk Ganjar Pranowo dan berharap gubernur Jateng itu menjadi presiden Indonesia...
dok.ist

Gercep, Sandiaga Beri Dukungan UMKM dan Dalang Cilik di Lombok

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 05:17 WIB
Menparekraf) Sandiaga Uno mendatangi Desa Wisata Buwun Sejati, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok, Nusa Tenggara Barat, mengunjungi pelaku...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya