Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
STANDARD Chartered Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) meluncurkan program Futuremakers di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (25/5).
Program ini berlangsung sampai 2023 dan bertujuan meningkatkan keahlian sekaligus ekonomi kaum muda dan perempuan serta disabiltas di empat kabupaten yakni Timor Tengah Selatan, Nagekeo, Kota Kupang, dan Lembata. Anggaran yang dikucurkan sebesar USD300.000 atau Rp4,3 miliar berasal dari Standard Chartered Foundation
"Kami melatih 400 anak muda, 60% atau 250 orang di antaranya anak perempuan dan 100 orang disabilitas untuk industri craft dan akan berkembang lebih jauh," kata Program Manager Kewirausahaan dan Ketenagakerjaan Kaum Muda Plan Indonesia Wahyu Sadewo kepada wartawan seusai peluncuran.
Dia mengatakan, potensi yang dikembangkan di Kota Kupang adalah anyaman, sedangkan di Timor Tengah Selatan dan Nagekeo lebih pada bidang pertanian.
Peserta program Futuremakers akan menjalani pelatihan dan pendampingan bisnis mikro berbasis pasar di sektor kerajinan berupa anyaman ramah lingkungan.
Selanjutnya, sebanyak 200 orang muda dari Kota dan Kabupaten Kupang diharapkan dapat membuka usaha di sektor kerajinan yang ramah lingkungan, seperti bisnis anyaman bambu atau tanaman purun yang biasa ditemukan di dekat rawa.
Teknik bisnis ramah lingkungan ini diajarkan kepada peserta melalui kemitraan dengan Du Anyam yang bergerak di bidang kriya ramah lingkungan, organisasi Persani NTT, dan organisasi disabilitas lainnya di NTT. Program Futuremakers ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah.
Gubernur NTT Viktor Laiskodat menyampaikan upaya Standard Chartered dan Plan Indonesia melalui Futuremakers dapat menjadi alternatif penghasilan baru bagi kaum muda NTT.
"Pemerintah Provinsi NTT mendorong penuh upaya Standard Chartered dan Plan Indonesia dalam hal pemberdayaan ekonomi kaum muda. Kami berharap program ini dapat menjadi bagian dari upaya kolektif untuk menurunkan angka pengangguran terbuka di NTT yang mencapai 3,30% pada 2022," ujar Viktor.
Baca juga: Plan Indonesia Kaji Cepat Kebutuhan Penyintas Banjir di Lembata
Head of Corporate Affairs, Brand & Marketing, Indonesia & ASEAN Markets (AU, BN, PH) Standard Chartered Diana Mudadalam mengatakan melalui fokus pada 'Lifting Participation' Standard Chartered secara global berupaya untuk meningkatkan taraf kehidupan satu miliar orang dan komunitas mereka dengan memaksimalkan potensi keuangan perempuan serta usaha-usaha kecil di pasar-pasar inti tempat mereka beroperasi.
Upaya ini direalisasikan khususnya di Indonesia antara lain lewat beragam program-program Futuremakers yang telah berlangsung sejak tahun 2019.
"Sehubungan dengan pandemi covid-19 yang melanda dunia, Standard Chartered secara global mendonasikan USD25 juta atau Rp366,3 miliar untuk program Economic Recovery untuk membantu masyarakat dalam pemulihan ekonomi pascapandemi. Khusus untuk Indonesia, Standard Chartered telah mengalokasikan USD1,1 juta atau Rp16,1 miliar untuk berbagai program pelatihan yang berfokus pada wirausaha perempuan dan kaum muda yang terimbas oleh pandemi," ucap Diana.
"Program di NTT ini merupakan bagian dari program-program tersebut dan menjadi salah satu bagian dari kontribusi kami untuk membantu pemulihan perekonomian Indonesia paska pandemi," imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastuti, usai peluncuran Futuremakers di Kupang, mengatakan, program ini diharapkan bisa menjadi solusi ekonomi yang inklusif bagi kaum muda di Nusa Tenggara Timur. Para peserta Futuremakers juga diharapkan bisa menjadi contoh praktik bisnis ramah lingkungan yang tetap menguntungkan kaum muda di lingkungan sekitar.
Futuremakers merupakan sebuah inisiatif global Standard Chartered untuk mengatasi ketidaksetaraan dengan mempromosikan perekonomian inklusif di setiap negara di mana Standard Chartered beroperasi. Futuremakers mendukung kaum muda yang kurang beruntung, terutama anak perempuan dan orang-orang dengan gangguan penglihatan untuk mempelajari keterampilan baru dan meningkatkan peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan atau memulai bisnis mereka sendiri.
Di Indonesia, Futuremakers pertama kali diluncurkan pada tahun 2019 dan hingga kini telah mendukung lebih dari 1.000 penerima manfaat lewat berbagai ragam inisiatif seperti Goal, Youth To Work dan Entrepreneur. Diharapkan, melalui program Futuremakers, kaum muda memiliki kemampuan ekonomi yang komperhensif untuk terus berdaya dan melanjutkan kehidupan secara bermakna.(OL-5)
Fokus utama KND bukan sekadar pada perolehan medali, melainkan memastikan negara hadir dalam memberikan hak yang setara bagi atlet disabilitas.
Lestari Moerdijat mengatakan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan disabilitas harus terus digencarkan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.
Kisah Grisna Anggadwita menunjukkan bagaimana pemberdayaan dan pendekatan manusiawi membuka peluang ekonomi inklusif.
Sejumlah pekerjaan rumah dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di tanah air harus dituntaskan.
Kegiatan ini lahir sebagai respons atas masih adanya kesenjangan antara potensi penyandang disabilitas dengan realitas praktik rekrutmen di dunia kerja.
Upaya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas membutuhkan kolaborasi nyata antara negara dan masyarakat sipil.
CEO PT Morula Indonesia dr. Ivan Rizal Sini menjelaskan program bayi tabung di Indonesia tidak kalah dengan di luar negeri. Bahkan, program bayi tabung di Indonesia juga sudah maju.
Badan Keahlian DPR RI berperan sangat vital untuk menjaga harmonisasi dengan para fraksi dan tenaga ahli
JABAR Zilenial mengadakan Talkshow Zilenial Menatap Masa Depan Indonesia di Kopi Taman Utara, Dago, Bandung, Jawa Barat, Selasa (28/11).
Pada 2045, diproyeksi jumlah tenaga kerja Indonesia akan mencapai 233 juta, dan berdasarkan data dari A.T. Kearney (2023) disebutkan bahwa 50% tenaga kerja Indonesia perlu dilatih.
Sertifikasi kompetensi diperlukan agar lulusan Universitas BSI dapat memenuhi keinginan dunia industri dan dunia kerja sesuai bidang ilmu yang dipilih.
Pengamat Piter Abdullah, menuturkan, program Kartu Prakerja yang dijalankan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mampu meningkatkan keahlian pekerja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved