Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi kini sudah menyebar di Provinsi Bangka Belitung (Babel). Berdasarkan data sementara terdapat 169 sapi yang sudah terpapar virus tersebut.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, Krisna Ningsih mengatakan, 169 sapi terpapar PMK tersebut tersebar di tiga kecamatan. "Yakni di Sungailiat 79 ekor, Pemali 66 ekor, dan Merawang 24 ekor totalnya 169 ekor semua ada di Kabupaten Bangka," ungkap Krisna, Jum'at (13/5).
Kendati sudah ada ratusan sapi yang terpapar PMK. Namun belum ada sapi yang mati akibat penyakit tersebut. "PMK pada sapi ini tingkat kematinya rendah, tetapi PMK ini cepat sekali mewabah, kita akan terus melakukan antisipasi agar sapi sapi yang sudah terpapar tidak menular ke sapi lainya," ujarnya.
Ia menyebutkan PMK pada sapi ini belum ada obatnya, tim kesehatan hewan Bangka hanya memberikan vitamin untuk imun dan disinfektan khusus untuk sanitasi kandang. "Kita menyarankan peternak tidak keluar masuk spai dalam kandang, agar kebersihan kandan dan lingkungan dapat terjaga," ungkap dia.
Ia mengaku, petugas penyuluh lapangan (PPL) di masing-masing desa sudah membantu tim kesehatan hewan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit PMK, dengan melakukan penyuluhan dan sosialisasi mengenai penyakit ini kepada para peternak sapi. "Kita harapkan penyakit ini dapat kita kendalikan, dan ratusan sapi yang terpapar dapat segera sembuh," ujar dia.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel, Edi Romdoni meminta peternak yang sapinya belum terjangkit untuk diamankan dengan pemberian vitamin agar imun tubuhnya kuat.
"Untuk sapi yang masih sehat, kita minta peternak menambahkan imun dan vitamin pada sapi agar tidak tertular," ungkap dia.
Selain itu, pihaknya melalui Gubernur sudah mengeluarkan surat edaran ke Bupati dan Walikota untuk melakukan langkah-langkah antisipasi penyebaran PKM tersebut.(OL-13)
Baca Juga: Deteksi PMK di Jateng, Ganjar Sigap Bentuk Tim Unit Reaksi Cepat
Sudaryono menegaskan harga sapi di kandang peternak saat ini terpantau masih berada di bawah batas acuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Kontes Ternak dan Bursa Sapi Potong di Rumah Potong Hewan (RPH) Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Sapi yang dirawat dengan baik akan tumbuh menjadi besar hingga beratnya bisa mencapai 500 kilogram. Ukuran itu dapat memproduksi banyak daging.
Emilia Achmadi, seorang ahli Gizi Olahraga yang merupakan lulusan Universitas Oklahoma, mengungkapkan bahwa kualitas daging sapi lokal dan impor dapat berbeda.
pengorbanan juga bisa dilakukan di lingkup yang paling kecil mulai dari level keluarga bahkan hingga rela berkorban demi bangsa dan negara.
Stok hewan kurban di Sulsel sangat mencukupi tahun ini, dengan ketersediaan sapi, kerbau, dan kambing jauh melebihi kebutuhan masyarakat.
Target pada tahun 2026 ini semua gerai itu harus berjalan. Untuk saat ini mengupayakan melalui Agrinas, TNI, yang sering kita koordinasikan dari Korem dan Kodim.
Pengelolaan SPBU nelayan berbasis koperasi desa ini merupakan langkah revolusioner dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Bupati Bangka, Fery Insani, telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera melakukan perbaikan permanen.
Penyebaran kasus ini menyebabkan dua orang meninggal dunia, termasuk seorang ibu hamil.
Data Dinpanpertan menunjukkan, produksi ayam pedaging di Bangka mencapai 1.209.700 ekor per siklus 55 hari, atau setara 8.027.569 ekor per tahun.
Tingginya kebutuhan telur untuk SPPG tersebut saat ini belum sebanding dengan jumlah peternak ayam petelur lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved