Selasa 10 Mei 2022, 14:10 WIB

Cegah Sebaran PMK, Bupati Lamongan Tutup Pasar Hewan

M Yakub | Nusantara
Cegah Sebaran PMK, Bupati Lamongan Tutup Pasar Hewan

dok.Ant
Suasana pasar hewan di Desa Guminengrejo, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Jumat (6/11).

 

BUPATI Lamongan, Jawa Timur, Yuhronur Efendi menyatakan terdapat 215 ekor sapi dari 23 peternak yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) di empat kecamatan.

Pemkab juga telah menutup pasar hewan dan mengobati hewan yang terjangkit penyakit tersebut. Langkah tersebut sebagai upaya untuk mencegah sebaran virus lebih luas di Lamongan.

Bupati Yuhronur Efendi mengungkapkan, PMK yang menjangkiti ratusan sapi ternak itu pertama kali ditemukan di Dusun Pilanganom, Desa Balungwangi, Kecamatan Tikung.

Menurut Bupati, gejala tersebut muncul pada sapi yang baru dibeli yang nampak hipersalivasi, nafsu makan turun, panting, dan suhu tubuh demam.

Pelacakan dan pengujian telah dilakukan tim Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan hingga 6 Mei lalu. Hasilnya, diketahui terdapat 4 dari 27 kecamatan di Lamongan terserang suspect PMK. Yakni, Kecamatan Tikung, Kembangbahu, Sarirejo, dan Turi. Total populasi yang terjangkit di Kabupaten Lamongan yakni 215 ekor sapi dari 23 peternak.

Selain itu juga, lanjut Yuhronur, Dinas Peternakann juga telah mengedukasi pada peternak agar menahan ternak yang sakit untuk tidak dijual. Juga telah dilalukan pengobatan simtomatik dan supportif pada kasus, serta melakukan kerjasama lintas sektoral.

Pemkab juga melajukan sejumlah langkah sebagai antisipasi agar virus tersebut tidak menyebar secara luas. Warga dan peternak juga diminta agar tidak panik dan resah. Karena, Pemkab berjanji bakal segera memusnahkan virus tersebut.

"Sementara pasar hewan dilakukan penutupan, ini kita maksudkan untuk menghindari penularan yang lebih besar lagi di Lamongan. Mencegah masuknya ternak baru dan keluarnya ternak yang sakit, saya harap masyarakat tetap tenang dan tidak panik, InsyaAllah semua akan baik-baik saja," pungkas Bupati.

Sebelumnya, saat di Lamongan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawangsa menyatakan, PMK yang ditemukan menyerang hewan berkuku belah disinyalir akibat impor daging ilegal dari negara yang belum bebas penyakit tersebut.

Pemprov Jatim telah berkoordinasi dengan Pusat Veteriner Farma, dan Balai Besar Veteriner untuk melokalisir wabah tersebut. Termasuk, melarang hewan ternak berasal dari empat kabupaten yang terjangkit PMK. Kasus ini kembali ditemukan pada 4 kabupaten di Jawa Timur.

Berdasarkan hasil laboratorium pada 5 Mei, empat wilayah kabupaten ditemukan adanya sebaran PMK. Yakni,  di Kabupaten Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, dan Lamongan.(OL-13)

Baca Juga: Mentan: PMK Hewan Tidak Menular ke Manusia, Ini Penjelasannya

Baca Juga

Antara

Presiden Bagikan Bansos di Empat Pasar di Surakarta

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 26 Mei 2022, 19:40 WIB
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para pelaku usaha mikro dan...
DOK MI

Pemprov Sulteng Antisipasi Masuknya PMK

👤M Taufan SP Bustan 🕔Kamis 26 Mei 2022, 19:25 WIB
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah telah melakukan upaya mengantisipasim penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak...
MI/Heri Susetyo

Barisan Kiai Kultural NU Jatim Deklarasi Dukung Ridwan Kamil

👤Heri Susetyo 🕔Kamis 26 Mei 2022, 19:19 WIB
BARISAN kiai kultural Nahdlatul Ulama (NU) asal Jawa Timur mendeklarasikan diri mendukung Ridwan Kamil (RK) sebagai Calon Presiden (Capres)...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya