Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Banjir Bengawan Jero Meluas, 4.815 Rumah Warga Lamongan Terendam

M Yakub
22/1/2026 19:38
Banjir Bengawan Jero Meluas, 4.815 Rumah Warga Lamongan Terendam
Banjir luapan Bengawan Jero di Lamongan terus meluas.(MI/M Yakub)

LUAPAN Bengawan Jero kian tak terbendung. Dalam sepekan terakhir, banjir di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, terus menunjukkan grafik menanjak, menggenangi ribuan rumah warga hingga melumpuhkan sentra pertanian dan tambak, Kamis (22/1).

Air yang semula hanya merendam sawah dan tambak seluas 2.632 hektare, kini meluas drastis. Luasan tambak terdampak melonjak hampir tiga kali lipat menjadi 7.155 hektare. Air tak lagi berhenti di lahan produksi, tetapi merambat ke jantung permukiman warga.

Jika pekan lalu banjir “hanya” menyentuh 1.206 rumah, kini genangan air telah mengepung 4.815 unit rumah yang tersebar di 45 desa. Kecamatan Karangbinangun menjadi wilayah paling terpukul, dengan tambak terendam mencapai 2.347 hektare.

Banjir luapan Bengawan Jero ini merata di lima kecamatan, yakni Kalitengah, Glagah, Karangbinangun, Deket, dan Turi.

“Benar, genangan terus meningkat,” ujar Juru Bicara Pemkab Lamongan, Sugeng Widodo, Kamis (22/1) petang.

Tak hanya rumah dan tambak, banjir juga merendam lebih dari 94 gedung lembaga pendidikan dan fasilitas umum lainnya. Warga Lamongan yang nyaris saban tahun hidup berdampingan dengan banjir pun kembali melakukan berbagai langkah antisipasi demi menyelamatkan mata pencaharian mereka.

“Sebagian besar petambak sudah memasang jaring di atas pematang, supaya ikan dan udang tidak hanyut terbawa arus,” imbuh Sugeng.

Menurutnya, peningkatan genangan dipicu oleh curah hujan ekstrem yang terjadi secara terus-menerus selama sepekan terakhir. Kondisi itu diperparah dengan naiknya debit air Bengawan Solo dan Kali Blawi, sehingga aliran pembuangan tidak berjalan optimal.

Sebagai langkah darurat, Pemkab Lamongan menutup sejumlah pintu air, termasuk DAM Kuro, serta mengaktifkan 15 unit pompa air dengan total kapasitas hampir 10.000 liter per detik untuk menekan ketinggian genangan.

“Kami terus berupaya mengurangi dampak banjir dengan memaksimalkan pompanisasi,” pungkasnya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya