Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo dinilai sukses merealisasikan pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh daerah. Hal tersebut mendatangkan pujian dari tokoh sekaligus penggagas terbentuknya Provinsi Sulawesi Barat, Dr Syahrir Hamdani.
Pujian Syahrir itu didasari oleh keberhasilan Jokowi yang tidak hanya membangun di Pulau Jawa. Namun, Presiden ke-7 RI itu mampu mewujudkan kemajuan pembangunan hingga ke pelosok negeri.
"Kemajuan-kemajuan yang saya lihat ini orientasi pembangunan ini tidak lagi terpusat di Jawa, tetapi sudah melebar ke Sumatra, Irian, termasuk Sulawesi Barat," ujar Syahrir. Pemerataan pembangunan ini, menurut Syahrir, akan mampu membawa kesejahteraan untuk masyarakat. Soalnya, ketika akses suatu daerah mudah dijangkau, ongkos produksinya pun bakal lebih murah.
Baca juga: 346 Puskesmas dan 87 Rumah Sakit Disiagakan untuk Jalur Mudik di Sumsel
Kesuksesan Jokowi mewujudkan pemerataan pembangunan disebutnya sebagai kelihaian yang tidak dimiliki oleh pemimpin-pemimpin lain. Itu sebabnya pemerataan pembangunan baru terwujud di era kepemimpinan Jokowi. "Ini seharusnya sudah hadir dari periode-periode sebelumnya. Nah kenapa baru hadir, di situ kelihaian Pak Jokowi," kata Syahrir.
Terakhir Syahrir mengungkapkan rasa apresiasinya terhadap kepemimpinan Jokowi selama hampir dua periode ini. Ia melihat, kebijakan-kebijakan yang telah diambil Jokowi cukup baik untuk kepentingan bangsa dan negara. "Pilihannya (kebijakan) betul-betul dia berpikir untuk Indonesia," tegas Syahrir. (RO/OL-14)
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legasinya.
Pernyataan Jokowi yang siap “berjuang mati-matian” untuk PSI sebagai sinyal kecemasan dan rasa terancam di tengah dinamika politik pasca-Pilpres.
Pernyataan-pernyataan Jokowi dalam pidatonya di Rakernas PSI memiliki makna politik yang kuat, meskipun secara formal Jokowi belum bergabung ke PSI.
Upaya itu untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029. Mengingat, saat ini PSI masih belum bisa lolos ke parlemen di Senayan.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep merespons ajakan “habis-habisan” Jokowi dalam penutupan Rakernas PSI di Makassar. PSI ditargetkan jadi partai besar di Pemilu 2029.
Meski Jokowi belum resmi menjadi kader, Raja Juli menyebut pernyataan mantan presiden itu sudah seperti ajakan terbuka kepada seluruh loyalisnya untuk bergabung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved