Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKITAR empat juta unit kendaraan diperkirakan masuk ke Kota Yogyakarta atau Daerah Istimewa Yogyakarta selama masa libur Lebaran sehingga berpotensi meningkatkan kepadatan arus lalu lintas di wilayah tersebut.
“Perhitungan ini merupakan perkiraan kasar saja berdasarkan potensi pemudik pada tahun ini,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Agus Arif di Yogyakarta, hari ini.
Berdasarkan kajian Kementerian Perhubungan, akan ada sekitar 85 juta orang yang melakukan perjalanan mudik pada Lebaran tahun ini dan sekitar 20 persen di antaranya menuju ke Yogyakarta atau sekitar 16 juta orang.
Jika setiap kendaraan pribadi diisi empat orang, maka diperkirakan ada sekitar empat juta kendaraan yang akan masuk ke DIY dan Kota Yogyakarta.
“Banyaknya pemudik yang akan masuk ke Yogyakarta tidak hanya disebabkan Yogyakarta sebagai daerah tujuan mudik untuk bersilaturahmi dengan keluarga tetapi juga menjadi tujuan wisata,” katanya.
Peningkatan volume kendaraan yang masuk ke Yogyakarta diperkirakan terjadi usai Lebaran mulai H+2 atau H+3.
Baca juga: Tradisi Malam Selikuran, Keraton Surakarta Gelar 2 Versi Kirab Tumpeng
“Dengan penambahan volume kendaraan yang masuk, akan berpotensi meningkatkan kepadatan lalu lintas di Kota Yogyakarta terutama di daerah tujuan wisata dan pusat oleh-oleh,” katanya.
Agus menyebut selalu berkoordinasi dengan Polresta Yogyakarta untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas sehingga meskipun padat tetap akan mengalir.
“Kota Yogyakarta tidak terlalu luas sehingga kapasitas jalan terbatas. Jadi kalau ada empat juta kendaraan yang masuk, maka jelas tidak akan tertampung,” katanya.
Oleh karenanya, Agus menyarankan wisatawan untuk memilih opsi berkeliling menikmati destinasi wisata di Yogyakarta dengan kendaraan umum, baik kendaraan umum yang bertrayek seperti TransJogja atau menggunakan kendaraan online.
“Kendaraan bisa diparkir di bandara lalu beralih ke moda transportasi umum. Jadi, saat berada di Yogyakarta tidak perlu memikirkan lokasi parkir. Saya kira, pilihan ini bisa menjadi pertimbangan wisatawan,” katanya. (Ant/OL-4)
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional, baik jalan non-tol maupun jalan tol. Hal itu guna mendukung kelancaran arus mudik.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memperkirakan puncak kepadatan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 akan terjadi pada 16 Maret dan 18 Maret 2026.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo menegaskan pentingnya kesiapan sektor energi dan transportasi darat pada periode arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2026.
AKTIVITAS angkutan laut menjelang arus mudik Lebaran di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (kotim) Kalimantan Tengah , diperkirakan lebih ramai tahun ini.
Selain kesiapan infrastruktur jalan, Dishub Kabupaten Bekasi juga menyiapkan dukungan personel untuk membantu pengaturan lalu lintas selama masa mudik.
Kuota sebanyak 5.000 peserta sudah terpenuhi hanya dalam enam jam sejak dibukanya pendaftaran pada 3 Maret 2026.
PT Jasa Marga membuka enam ruas tol sepanjang 198 km secara fungsional di Trans Jawa dan Trans Sumatera untuk mengurai kepadatan arus mudik Lebaran 2026.
Siapa pun yang melakukan pelanggaran terhadap itu akan dikenakan sanksi berat.
Data Kementerian Perhubungan mencatat lebih dari 123 juta orang melakukan perjalanan mudik pada 2023, dengan mayoritas menggunakan kendaraan pribadi.
Pertamina pun menegaskan telah mempersiapkan stok BBM dan LPG jauh hari sebelum perang Israel-Amerika lawan Iran.
Program Bengkel Persiapan Mudik akan dimulai pada 6–7 Maret 2026, sementara Bengkel Siaga Mudik beroperasi pada 14–20 Maret 2026 di berbagai titik Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.
PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapan penuh untuk mengawal perjalanan masyarakat Indonesia dalam menyambut hari raya Idulfitri 1447 H.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved