Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA I Persekutuan Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Provinsi Papua, Pdt. Petrus Bonyadone menyebut pro dan kontra soal pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua dianggap sebagai hal yang lumrah. Namun hal itu perlu diingat dan disikapi secara positif bahwa hal tersebut adalah salah satu rencana Tuhan untuk tanah Papua.
"Apa yang muncul soal soal pro dan kontra DOB menurut kami dari gereja, bahwa satu yang pasti jika itu yang Tuhan kehendaki maka itu akan terjadi. Tuhan berkeinginan bahwa ada pemerataan kesejahteraan di tanah Papua, dan lewat pemekaran itulah, Tuhan mau masyarakat Papua sejahtera," ucap Pdt. Petrus.
Baca juga: KLHK Dorong Sinkronisasi Pembangunan LHK di Ekoregion Papua
Ia juga berpendapat, jika pemekaran Papua terwujud, maka hal itu akan memperpendek rentang kendali dengan wilayah-wilayah yang selama ini masih banyak yang terisolasi dan jauh dari jangkauan pembangunan karena geografis.
"Perlu disadari, kalau ini benar terjadi, rentang kendali yang selama ini jauh bisa menjadi dekat, karena geografis Papua seperti ini. Kalau pemekaran terjadi maka daerah-daerah yang terisolir bisa terbuka, dan saya melihat akan ada konsentrasi dari setiap provinsi itu nantinya untuk membangun wilayah adat masing-masing," katanya.
Dijelaskan, soal pemekaran Papua sudah ada sejak jaman dahulu, dengan kajian mendalam hingga pendekatan wilayah adat diberlakukan. "Sebenarnya bukan baru sekarang. Jadi sudah sejak dulu, dan para pendahulu sudah berpikir akan pemekaran, dan dilakukan dengan kajian yang mendalam. Pendekatan kultur setiap wilayah adat sudah ditetapkan oleh pendahulu. Ada 7 wilayah adat di Papua dan Papua Barat," jelasnya.
Untuk menyikapi soal Pemekaran DOB, kata dia, perlu semua pihak berpikir positif. Karena inti dari pemekaran tersebut adalah kesejahteraan masyarakat.
"Dan jujur saja teman-teman dilegislatif dan eksekutif menghendaki adanya pemekaran, karena mereka melihat dari sisi positifnya. Karena mereka memang melihat ada daerah-daerah yang terisolir, pendidikan, kesehatan yang masih jauh dari standar, sehingga jika pemekaran terjadi maka akan ada pendekatan khusus untuk menyentuh daerah-daerah itu," ucapnya.
Tuhan, kata Pdt. Petrus, berkehendak pada seluruh umatnya agar umatnya menjadi sejahtera dalam iman. Sehingga ini adalah waktu Tuhan.
"Kita sekarang ini berjalan dengan waktu, sehingga kalau tidak dimanfaatkan dengan baik, maka waktu dan kesempatan yang Tuhan kasih itu kapan lagi. Istilahnya kalau bukan sekarang kapan lagi. Saya melihat seperti itu, sebagai pimpinan gereja ya Tuhan mengasihi semua umatnya. Kita selalu berdoa, dan kalau Tuhan berkehendak, maka tidak ada yang mustahil bagi Tuhan," jelasnya.
Sebagai pemimpin gereja, dirinya juga berpesan agar seluruh umat menjaga kedamaian. "Ini adalah hari-hari penting untuk Tuhan, dan Tuhan tidak membeda-bedakan atas kedamaian umatnya. Dan pesan pentingnya adalah bahwa umat Kristen di manapun berada harus mengedepankan kedamaian seperti yang diperintahkan Tuhan. Sehingga kita harus menjaga sikap toleransi dengan teman, sahabat dan umat lain. Kita juga harus menghargai dan menjaga umat Muslim yang melaksanakan ibadah puasa," katanya.
"Pesan saya mari kita jaga Papua ini sebagai tanah yang damai, yang bisa kita wujudkan dengan saling menghormati dan menghargai sesama umat Tuhan," ujarnya. (RO/A-1)
Selama ini, sektor pertanian di Papua terbebani oleh ongkos pengiriman pupuk yang sangat mahal.
POLRES Mamberamo Raya menangani peristiwa kecelakaan lalu lintas sungai yang terjadi di Sungai Mamberamo dan mengakibatkan tiga orang warga dilaporkan hilang terbawa arus, Jumat (16/1).
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
Kondisi ini dipicu oleh aktivitas Bibit Siklon Tropis 91W dan penguatan Monsun Asia yang meningkatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang di jalur Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Sepanjang tahun 2025, Kepolisian Daerah Papua mencatat 104 aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), dengan korban 94 orang meninggal dunia.
Papua merupakan tanah yang sarat dengan nilai-nilai kedamaian
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved