Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DI Yogyakarta (DIY) Biwara Yuswantana menyampaikan di kawasan DIY ada 12 ancaman bencana, mulai dari kawasan Merapi hingga daerah pantai yang bisa menimbulkan tsunami. BPBD DIY telah membentuk ratusan desa tanggap bencana.
Biwara menjelaskan jika beberapa tahun terakhir ini bencana yang paling banyak terjadi adalah tanah longsor dan angin kencang. Ia pun mengatakan, pemerintah perlu untuk membangun kesiap-siagaan masyarakat di desa kawasan bencana.
"Ada 301 kelurahan (di DIY). Dari jumlah tersebut, sudah terbentuk 268 desa tanggap bencana. Di sekolah kita lakukan pelatihan pendidikan rawan bencana," kata Biwara di Komplek Kepatihan saat kunjungan Komisi VIII DPR RI, Senin (18/4).
Biwara juga menyampaikan, desa tanggap bencana penting dibuat agar masyarakat mempunyai kesiap-siagaan dan ketahanan menghadapi berbagai potensi ancaman yang bisa terjadi.
Baca juga: Klaten Rawan Bencana, BPBD Bentuk Desa Tangguh Bencana
Di tempat terpisah, Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto menegaskan salah satu prasyarat mewujudkan tangguh hadapi bencana adalah keberadaan tenaga terlatih untuk penanganan kebencanaan. DIY sudah memiliki Perda Penanggulangan Bencana, yang memberi mandat pemda untuk wujudkan tangguh hadapi bencana.
"Dukungan anggaran penting guna operasional kerja-kerja penanggulangan bencana," kata Eko Suwanto.
Dukungan anggaran juga bagian dari komitmen terus membantu fasilitasi edukasi masyarakat tangguh bencana. Alokasi anggaran juga diarahkan dalam bentuk pelatihan SDM dan pemberian sarana prasarana.
"Komitmen bantu fasilitasi edukasi, pelatihan sumber daya manusia dan pemberian sarana dan prasarana jelas terus kita jalankan," pungkas Eko.(OL-5)
Gastrodia bambu, anggrek hantu dari lereng Gunung Merapi, hidup tanpa klorofil dan bergantung pada jamur tanah. Spesies langka ini menjadi indikator penting kesehatan hutan.
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah 94 kilometer tenggara Kabupaten Simeulue pada Senin, 3 Maret 2026, pukul 11.56.45 WIB.
Gempa bumi tektonik yang terjadi pada Senin dini hari pukul 01.57.46 WITA di wilayah utara Sabah, Malaysia, dipastikan tidak berpotensi tsunami bagi Kalimantan Utara.
Tsunami dan megatsunami sering kali disalahpahami karena keduanya sama-sama melibatkan gelombang laut besar. Padahal, memiliki perbedaan yang sangat signifikan.
Ia menjelaskan bahwa gempabumi tektonik tersebut terjadi pada 22 Januari 2026 pukul 19.42 WIB berdasarkan hasil analisis parameter terkini.
Wilayah Laut Banda, Maluku diguncang gempa tektonik pada pukul 10.05 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan adanya kemungkinan terjadinya tsunami danau di kawasan Danau Maninjau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved