Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
JELANG dua pekan lagi Idul Fitri 1443 H, beberapa harga bahan pokok di pusat Pasar Horas Kota Pematangsiantar Sumatra Utara mengalami naik turun dan tidak stabil.
Pantauan yang dilakukan oleh Media Indonesia di Pusat Pasar Horas yang terletak di jantung Kota Pematangsiantar ini, beberapa harga pokok seperti sayur mayur, cabe keriting, bawang merah, tomat dan bahan pokok lainnya mengalami naik turun dan demikian juga sebaliknya.
Ando Purba, salah seorang pedagang sayur mayur dan sejenisnya mengungkapkan keheranannya akibat harga beberapa jenis sayur mayur yang dijualnya mengalami naik turun atau sebaliknya turun naik dalam hitungan hari.
"Dalam hitungan hari harga beberapa jenis dagangan saya seperti kemarin Rabu (13/4) harga cabe keriting masih Rp30 ribu per kilogram namun sekarang sudah mengalami kenaikan menjadi Rp40 ribu per kilogram yang didapatkan dari harga agen besar. Sayur kol dari Rp5 ribu menjadi Rp8 ribu per kilogram, lalu harga tomat dari Rp6 ribu menjadi Rp10 ribu. Harga bawang merah mengalami kenaikan dari Rp24 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram," kata Ando kepada Media Indonesia, Minggu (17/4).
Namun meskipun beberapa harga sayur mayur dan sejenisnya mengalami kenaikan, dia mengakui beberapa harga jenis seperti cabai rawit dan andaliman mengalami penurunan harga dalam beberapa hari ini.
"Bayangkan saja Bang, seperti abang ketahui andaliman kan merupakan kebutuhan utama khusus untuk membuat masakan ciri khas Batak apalagi saat ini kan Hari Raya Paskah yang sangat dicari orang saat ini justru mengalami penurunan secara tajam. Biasanya kami menjual andaliman di harga normal dari Rp120 ribu namun sekarang telah turun jauh hanya Rp60 ribu. Lalu cabai rawit juga turun dari Rp30 ribu per kilogram menjadi Rp20 ribu per kilogram," kata Ando.
Sementara, br Silalahi salah seorang pedagang jenis bahan pokok yang terletak di pojok Pusat Pasar Horas Kota Pematangsiantar ini mengungkapkan meskipun menjelang Idul Fitri tinggal dua pekan lagi, hampir semua bahan pokok yang dijualnya diakuinya mengalami sedikit kenaikan dikarenakan Penyesuaian Tarif PPN 11% yang diberlakukan mulai 1 April 2022 kemarin.
"Memang rata-rata harga bahan pokok makanan yang saya jual mengalami kenaikan meskipun tidak terlalu signifikan. Hanya sedikit saja naiknya yang mungkin dikarenakan pemberlakuan kenaikan tarif 11% itu. Naiknya cuma Rp500 sampai Rp1.000. Seperti harga pembelian minyak goreng curah cuma 14 ribu, sebelumnya bisa mencapai Rp15.500 modalnya," ujarnya. (AP/OL-10)
Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.
Guna mengantisipasi kenaikan harga yang ekstrem, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan langkah darurat berupa Operasi Pasar.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
Kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai. Komoditas bumbu dapur lainnya seperti bawang merah
Diskumindag Kota Sukabumi terus memantau pergerakan harga dan berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Kenaikan harga ini sudah berlangsung hampir dua minggu
Pasar Kamp itu timbul dadakan atas inisiatif pedagang Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe yang berjualan di jalur itu untuk meringankan pedagang dari Bener Meriah serta Aceh Tengah.
Pemkot Batam menambah pasokan cabai dari Lombok, dan petani lokal diperkirakan memasuki masa panen pada Desember.
“Secara umum ketersediaan bahan pokok aman, termasuk menghadapi musim hujan. Sampai sekarang belum ada gangguan distribusi dari daerah pengirim maupun dari peternak lokal,”
MELAMBUNGNYA harga kebutuhan pokok di Pulau Bawean, membuat warga di sana menjerit. Meningkatnya harga terjadi karena kelangkaan yang terjadi akibat pasokan yang minim.
hal ini menjadi salah satu faktor momen perbaikan ekonomi setelah Idulfitri adalah harga pangan yang cenderung terkendali.
Pedagang mengaku, kenaikan harga ini karena memang harga beli para pedagang dari distributor sudah tinggi, sehingga pedagang hanya melakukan penyesuaian harga saja
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved