Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 10 rumah warga rusak berat akibat diterjang angin puting beliung di Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, kemarin. Sisanya mengalami rusak sedang hingga ringan sekitar 30 rumah.
"Angin menerjang merusak 10 rumah warga di RT 03 RW 12 di Kelurahan Pasia Nan Tigo malam tadi sekitar pukul 19.42 WIB dan saat ini tidak bisa ditempati," ungkap Camat Koto Tangah, Junie Nursyamza. Tadi malam pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD Kota Padang dan Dinas Sosial.
"Alhamdulillah malam itu langsung diberi bantuan sembako dan terpal dari dinas sosial. BPBD Kota Padang memberikan tenda untuk pengungsian sementara," ujar Junie.
Saat ini pihaknya juga memfasilitasi dengan Kabag Kesra Pemko Padang dan Baznas terkait bantuan selanjutnya.
Baca juga: Keluarga Ceritakan Kronologi Ayah Bakar Anak dan Istri
"Saat ini kami sedang mendata betul-betul warga yang terdampak bencana alam puting beliung. Insyaallah juga akan dibantu dengan Program Atang (ASN untuk Koto Tangah)," pungkasnya. (OL-14)
Kondisi saluran irigasi Gunung Nago arah kiri, tepatnya di depan SMA 9 Padang, mengalami pendangkalan serius akibat tumpukan sedimen.
“Saat ini progres sudah mencapai 98%. Tinggal 2% lagi, berupa penutupan U-ditch dan finishing,”
Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mendorong percepatan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam.
KEBUTUHAN akan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Kota Padang terus meningkat seiring berulangnya banjir yang melanda wilayah tersebut.
Akses utama ke kawasan terdampak banjir bandang bulan lalu di Batu Busuk itu kini terputus karena banjir susulan.
PEMERINTAH Kota Padang akhirnya mencairkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi korban terdampak banjir yang terjadi akhir November lalu.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved