Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengecek kesiapan 91 Command Center untuk memastikan proses pengamanan seluruh rangkaian event internasional yang akan digelar di Provinsi Bali, berjalan dengan optimal dan baik.
"Baru saja kami melaksanakan pengecekan terhadap pos Command Center yang dipersiapkan untuk hadapi berbagai macam kegiatan internasional. Diantaranya adalah Presidensi G-20," kata Sigit usai meninjau 91 Command Center di The Nusa Dua Bali, Sabtu (19/3).
Mantan Kabareskrim Polri itu menjelaskan, TNI-Polri merupakan leading sector dalam rangka melakukan pengamanan terhadap seluruh event internasional yang dilaksanakan di Indonesia, salah satunya Bali.
Selain menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, kata Sigit, personel TNI-Polri juga akan menyiapkan pola pengamanan terhadap VVIP setingkat kepala negara, Minister, dan pejabat tinggi negara lainnya. Sebab itu, TNI dan Polri akan memberikan pengamanan dengan optimal dan baik.
"Oleh karena itu Command Center yang baru saja kita cek tentunya merupakan salah satu, posko untuk monitor seluruh kegiatan pengamanan yang dilaksanakan baik di ring I, ring II dan ring III," ujar eks Kapolda Banten itu.
Command Center tersebut, Sigit mengungkapkan bahwa akan tersambung dengan kurang lebih 1.400 CCTV atau kamera pemantau yang ada di wilayah Bali. Tak hanya itu, nantinya juga akan terhubung dengan seluruh personel yang bertugas melakukan pengamanan.
"Sehingga kemudian posko ini bisa berkomunikasi dimana pada saat diperlukan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan dilapangan, karena ada permasalahan ada ancaman, ada gangguan dilapangan yang perlu ada pergerakan personel, secara cepat, maka dari posko ini instruksi-instruksi bisa diberikan," ucap Sigit.
Sigit menyatakan, saat ini, 91 Command Center terus melakukan evaluasi untuk memberikan kepastian pengamanan dan penjagaan seluruh rangkaian event internasional dapat berjalan dengan baik tanpa gangguan sedikitpun.
Menurut Sigit, dengan berhasilnya seluruh event internasional, maka hal itu akan semakin membuat Negara Indonesia baik, harum dan semakin dipercaya di mata dunia.
"Tentunya ada beberapa fitur yang terus kita lengkapi. Kita siapkan agar pengamanan terkait dengan rangkaian event-event internasional sampai Presidensi semuanya bisa berjalan dengan aman, lancar dan baik, serta mengharumkan nama Indonesia," tutur Sigit.
Tak hanya tersambung di Bali, Sigit memaparkan bahwa, 91 Command Center ini juga terhubung di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) khususnya Sirkuit Mandalika, yang menggelar event internasional MotoGP. Bahkan, pusat komando tersebut juga tersambung di tingkat Mabes Polri.
"Sehingga ini menjadi satu rangkaian pengawasan kemudian satu sistem monitoring dan pergerakan kekuatan lapis-lapis keluatan mulai dari mana yang harus diputuskan oleh tingkat polres, yang ada di ring, yang dilaksanakan Polda dan mana yang diambil alih Mabes. Saya kira ini yang sedang kita siapkan. Kita terus lakukan evaluasi untuk perbaikan dalam pengamanan kita," tutup Sigit. (OL-12)
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi khusus terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus
DIREKTUR Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, memberikan catatan terkait masa jabatan Kapolri yang tengah digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Penanganan kasus dipastikan berjalan paralel, baik dari sisi tindak pidana umum maupun pelanggaran kode etik profesi Polri.
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan anggota Brimob berinisial Bripda MS
Polri akan menangani secara transparan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan anggota Brimob, Bripka MS, terhadap dua pelajar di Tual, Maluku
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved