Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras menyebabkan kejadian bencana di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan.
Koordinator lapangan Pusdalops BPBD Kabupaten Cirebon, Faozan, menjelaskan hujan deras yang terjadi pada Senin (14/3) di Kabupaten Cirebon menyebabkan musibah. "Bencana terjadi di dua titik di Kabupaten Cirebon," tutur Faozan, Selasa (15/3).
Kejadian pertama terjadi di Blok Awi Luar, Dusun Manis RT 03 RW 02 Desa Sindang Kempeng, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon. Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan tanah longsor pada Senin (14/3) sekitar pukul 18.30 WIB.
Tanah longsor tersebut kemudian menimpa musala Al-Ikhlas. Beruntung tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Selain menimpa musala, longsor juga mengakibatkan tujuh rumah warga terancam.
Selain itu, hujan deras juga menyebabkan satu rumah di Desa Bakung Kidul, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon roboh. Rumah milik Riki, 23, roboh sekitar pukul 19.00 WIB. "Tim kami sudah melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan perangkat desa," tutur Faozan.
Baca juga: Ular Sanca Dua Meter Masuk Rumah Warga Denpasar
Dijelaskan Faozan, saat ini curah hujan masih tinggi. Untuk itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. "Ini terutama masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana," tutur Faozan. (OL-14)
Perbaikan jalan merupakan bagian dari pemeliharaan rutin bidang Bina Marga.
Dari hasil sementara, penyebab banjir antara lain pendangkalan sungai dan sampah.
Pergerakan tanah dipicu aliran air sungai yang mengikis tebing. Ditambah kondisi tanah yang memang labil
Kabupaten Cirebon merupakan daerah yang rentan diterjang bencana hidrometeorologi di musim penghujan ini. Baik itu bencana banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem dan lainnya.
BPBD sudah menyiapkan langkah kesiapsiagaan, termasuk menghadapi potensi pohon tumbang akibat cuaca ekstrem
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon belum akan memberlakukan WFH untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya.
Dishub Jawa Barat pasang 14.000 lampu jalan dengan teknologi LCU jelang mudik Lebaran 2026. Tim URC siap pantau APJ untuk keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
BMKG peringatkan potensi hujan lebat, kilat, dan angin kencang di Jawa Barat pada 4-10 Maret 2026. Waspada bencana hidrometeorologi di wilayah Jabar.
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan tidak ada kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk tahun 2026
SEBANYAK 60 Posko Piket Lebaran 2026 yang tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Barat. Posko itu bisa dijadikan tempat beristirahat, minum atau menggunakan toilet selama mudik lebaran 2026.
Tim yang telah dibentuk sejak 11 November 2025 ini dijadwalkan bertugas hingga 13 Januari 2026
Asep menekankan bahwa pencapaian target PAD tidak bisa dilakukan oleh Bapenda sendirian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved