Rabu 16 Februari 2022, 20:30 WIB

Polda Sulteng Bentuk Tim Tangani Kasus Bentrok Polisi dan Warga di Parigi Moutong

M Taufan SP Bustan | Nusantara
Polda Sulteng Bentuk Tim Tangani Kasus Bentrok Polisi dan Warga di Parigi Moutong

DOK MI
Ilustrasi

 

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Sulawesi Tengah, telah memeriksa 17 anggota kepolisian dan melakukan uji balistik 15 senjata api pascainsiden berdarah di Desa Khatulistiwa, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong.  

Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Didik Supranoto mengatakan, 17 polisi itu merupakan anggota Polres Parigi Moutong. "17 personel masih diperiksa bersama 15 senjata api yang mereka gunakan diuji balistik oleh tim laboratorium forensik Polri, Makassar, Sulawesi Selatan," terangnya, Rabu (16/2).  

Menurut Didik, pascabentrokan polisi dengan massa pengunjuk rasa yang menolak tambang di Kecamatan Tinombo Selatan yang menewaskan Refaldi, 21, Minggu (13/2), Polda Sulteng telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kasus tersebut. "Tim investigasi melibatkan Propam, Ditwasda, Krimum serta backup dari tim laboratorium forensik Polri, Makassar," ujarnya.  

Didik menjelaskan, bahwa tim investigasi sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama dengan tim laboratorium forensik. Selain itu, tim investigasi juga segera malakukan uji balistik kepada 15 senjata api milik personel Polres Parigi Moutong.

"Apabila dari hasil pengujian tersebut sama dengan 15 Senpi, maka dilakukan gelar untuk memastikan siapa pelaku pembunuhan warga tersebut," ungkapnya.  

Bentrokan warga dan Polisi yang terjadi di Kecamatan Tinombo Selatan, bukan karena polisi melarang warga melakukan unjuk rasa memprotes adanya aktivitas perusahaan tambang. Bentrokan terjadi saat polisi hendak membubarkan pendemo karena sudah memblokir jalan. Pasalnya, jalur yang diblokir demonstran merupakan satu-satunya akses jalan trans yang menuju Gorontalo dan Sulawesi Utara.

"Kalau itu tidak dibuka akan menjadi konflik baru antara pengguna jalan dan yang melakukan pemblokiran. Untuk itu Polri melakukan tindakan tegas membuka jalan tersebut," papar Didik.

Lebih jauh, Didik meminta masyarakat memberikan kepercayaan kepada pihak kepolisian yang bertindak secara profesional, dan melakukan penyelidikan kasus kematian Refaldi sampai tuntas. "Kami imbau masyarakat tidak terprovokasi dengan hal-hal yang sifatnya negatif, karena kami bertindak sesuai dengan jalur hukum," tandasnya.(OL-15)

 

Baca Juga

DOK.MI

Ulah Geng Motor kian Meresahkan, Bacok Pemuda di Cimahi hingga Tewas

👤Depi Gunawan 🕔Senin 06 Februari 2023, 20:27 WIB
Pemuda yang tinggal di Gang H Arsad, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, itu tewas akibat luka bacokan yang terjadi pada Minggu...
DOK.MI

Belasan Anak Korban Pelecehan di Jambi Jalani Pemeriksaan Psikologis

👤Indrastuti 🕔Senin 06 Februari 2023, 18:23 WIB
Terkait pelaku yang adalah perempuan, Nahar mengatakan orangtua mesti waspada dengan segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan...
MI/Rahmat Rullah

Prihatin, Volume Sampah di Teluk Kendari Tembus 2 Ton Perhari

👤Rahmat Rullah 🕔Senin 06 Februari 2023, 18:15 WIB
MASYARAKAT Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) belum memiliki kesadaran yang tinggi soal sampah. Pasalnya, volume sampah di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya