Sabtu 12 Februari 2022, 15:09 WIB

Polisi Gali Dua Kuburan Korban Kerangkeng Manusia di Langkat

Yoseph Pencawan | Nusantara
Polisi Gali Dua Kuburan Korban Kerangkeng Manusia di Langkat

DOK Humas Polda Sumut.
Proses penggalian makam diduga korban kekerasan di kerangkeng manusia milik Bupati Langkat nonaktif, Sabtu (12/2).

 

KEPOLISIAN Daerah Sumatra Utara masih terus mengusut dugaan kekerasan dalam pengoperasian kerangkeng manusia di rumah pribadi Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Peranginangin. Perkembangan terkini, polisi sudah menggali dua kuburan bekas penghuni kerangkeng. 

Keduanya diduga meninggal dunia akibat tindakan penganiayaan di kerangkeng tersebut. "Hari ini kami melakukan  penggalian terhadap dua kuburan yang diduga menjadi korban penganiayaan di dalam kerangkeng," ungkap Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Sabtu (12/2).

Kedua kuburan itu berada di Kabupaten Langkat. Masing-masing berada di TPU Pondok VII, Kelurahan Sawit Sebrang, dan tempat kuburan keluarga Dusun VII Suka Jahe, Desa Purwobinangun, Kecamatan Sei Bingei.

Penggalian kuburan yang dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Tim Forensik RS Bhayangkara Polda Sumut tersebut sebagai salah satu upaya mendalami kasus pengoperasian kerangkeng manusia milik Terbit Rencana 
Peranginangin (TRP). Namun Hadi belum bersedia menyebutkan kemungkinan penggalian makam yang lain. Adapun hasil atau temuan dari penggalian kedua kuburan itu belum dapat diungkapkan dan masih dianalisa.

Pekan lalu, Polda Sumut menemukan lebih dari dua kuburan yang diduga terkait dengan kerangkeng manusia di rumah pribadi TRP di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat. Meski lokasi kuburan-kuburan itu tidak berada di kawasan kediaman TRP, diduga jenazah itu menjadi korban karena pernah menghuni kerangkeng. Diduga kuat korban tersebut meregang nyawa akibat tindak kekerasan di dalam kerangkeng.

Sejauh ini penyidik Polda Sumut sudah meminta keterangan dari 30 saksi dan rencananya polda juga akan memeriksa TRP.
TRP sendiri saat ini sedang berada dalam tahanan KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap proyek-proyek infrastruktur di daerahnya.

Keberadaan kerangkeng manusia itu pada awalnya ditemukan penyidik KPK saat akan melakukan penangkapan terhadap TRP di rumahnya pada Rabu (19/1). Dari hasil pengusutan sementara, diketahui bahwa kerangkeng itu merupakan fasilitas rehabilitasi narkoba ilegal.

Dalam pengusutan juga ditemukan fakta ada penghuni kerangkeng yang meninggal dunia. Hal itu menjadi fokus pengusutan dalam kasus ini karena Kapolda Sumut Irjen Panca Putra menegaskan, tidak boleh ada orang yang kehilangan nyawa tanpa kejelasan.

Polda pun menemukan kejanggalan lain seputar meninggalnya beberapa penghuni kerangkeng. Fakta lain yang terungkap yakni ada penghuni kerangkeng yang bukan pecandu narkoba.

Baca juga: Terbit Perangin Angin: Itu Bukan Kerangkeng Manusia Tapi Tempat Pembinaan

Kerangkeng tersebut juga dihuni orang yang dianggap nakal. Ini seperti seorang penghuni yang disebut sebagai kepala lapas diyakini bukan sebagai pecandu narkoba. (OL-14)

Baca Juga

MI/SUMARYANTO

Danau Toba Jadi Destinasi Berbasis Energi Hijau Pertama di Indonesia

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 05 Desember 2022, 10:52 WIB
Melalui sertifikat Renewable Energy Certificate (REC), DPSP Danau Toba dipasok 10 megawatt hour (MWh) dan siap menjadi tujuan wisata yang...
Dok. BPIP

45 Ikon Prestasi Pancasila Ikuti Kirab Pancasila

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 05 Desember 2022, 10:23 WIB
Kepala BPIP Yudian Wahyudi berterima kasih kepada masyarakat Yogyakarta yang sudah menerima BPIP...
MI/Dwi Apriani

Emak-emak di Palembang Sumringah dapat Voucher Sembako Murah Relawan SandiUno

👤Dwi Apriani 🕔Senin 05 Desember 2022, 10:20 WIB
UKM Sahabat Sandiuno Palembang menggelar Bazar Sembako Murah di Jalan Pasundan Lorong Yuka 1, Kota Palembang, Sumatra...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya