Jumat 11 Februari 2022, 11:48 WIB

Ketum PBNU: Kasus Wadas Jangan Dipolitisasi

Haryanto | Nusantara
Ketum PBNU: Kasus Wadas Jangan Dipolitisasi

MI/Susanto
Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf

 

KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya meminta agar polemik yang terjadi di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, tidak dipolitisasi. Apalagi jika dicap pemerintah menindas rakyat.

Hal itu disampaikan Ketum PBNU yang akrab disapa Gus Yahya, saat sambutan di Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Harlah NU ke-99 H, secara virtual di Aula Masjid Agung Jawa Tengah, Kamis (10/2) malam.

"Kita tidak perlu tergesa-gesa mempolitisasi masalah semacam ini sebagai masalah antara pemerintah dengan rakyat, masalah pemerintah menindas rakyat dan sebagainya, kita tidak boleh berlebihan dalam soal ini," kata Gus Yahya.

Kakak kandung dari Menteri Agama itu mengusulkan seluruh pihak mesti bersama-sama mencari jalan keluar. Untuk itu, Nahdlatul Ulama siap menjembatani komunikasi yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat Wadas.

"Yang kita butuhkan sekarang adalah jalan keluarnya dan nahdlatul ulama insyaAllah akan siap terus hadir mendampingi rakyat dan membantu pemerintah melancarkan komunikasi antara pemerintah dengan rakyat," ujarnya.

Baca juga: Komnas HAM akan Temui Ganjar Pranowo Dalami Insiden Desa Wadas

Di sisi lain, Gus Yahya yakin dalam penyelesaiannya Ganjar akan merampungkan persoalan terkait penambangan batu andesit di Desa Wadas dengan baik. Mengingat, imbuh Yahya, Purworejo punya ikatan emosional dengan Ganjar.

"Mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik dan kalau saya pribadi sangat yakin bahwa ini bisa diselesaikan, karena ini masalahnya dengan tetangga Pak Ganjar yang orang Purworejo," ungkap Yahya.

Gubernur Ganjar Pranowo menyebut dukungan dari PBNU yang disampaikan oleh Ketum Yahya Cholil Staquf menjadi energi tambahan agar pemerintah bisa berkomunikasi lebih baik dengan masyarakat Wadas.

"Sehingga nanti yang pro maupun kontra sama-sama bisa saling menghargai dan kita carikan solusi yang paling bagus," kata Ganjar.

Dalam acara itu, Gubernur Ganjar Pranowo juga hadir beserta jajaran Forkopimda Jateng dan sejumlah pimpinan PWNU Jateng antara lain Rais Syuriah Ubaidillah Shodaqoh. Hadir pula Ketua DPW PKB Yusuf Chudlori hingga Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.(OL-5)

Baca Juga

Antara

Kalbe Farma Rangkul Petani Baduy Tanam Jahe Merah

👤Sumantri 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 07:50 WIB
Jahe Merah merupakan obat herbal yang mampu menangkal berbagai...
MI/Ardi Teristi H

Pengelola Desa Wisata di Kulonprogo Dibekali Kemampuan Pemasaran Digital

👤Ardi Teristi 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 07:04 WIB
"Pengembangan konten virtual desa wisata perlu menjadi prioritas inisiatif karena mampu menciptakan efek pemerataan ekonomi sesuai...
ANTARA

77 Penyelam Kibarkan Bendera Merah Putih di Taman Laut Pandanan

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 22:57 WIB
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat Muslim mengatakan bahwa tema peringatan ulang tahun ke-77 Kemerdekaan RI...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya