Sabtu 05 Februari 2022, 15:13 WIB

Rehabilitasi Narkoba Lapas Kelas IIA Pematangsiantar Resmi Dibuka

Apul Iskandar | Nusantara
Rehabilitasi Narkoba Lapas Kelas IIA Pematangsiantar Resmi Dibuka

MI/Apul Iskandar

 

KEPALA Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Pematangsiantar, Rudy Fernando Sianturi resmi membuka rehabilitasi penyalahgunaan narkoba bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). 

Peresmian rehabilitasi tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Lapas Kelas IIA Pematangsiantar dengan dihadiri Kepala BNN Kota Pematangsiantar Tuangkus Harianja didampingi Kasie Berantas Kompol Pierson Ketaren dan Kasie Sub Koordinator Rehabilitasi Eva Tambunan. 

Hadir juga dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Caritas Keuskupan Agung Medan, Ir Agustinus Pasaribu yang diwakili oleh Koordinator KDS, Tri Utomo. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh 160 WBP Lapas Kelas IIA Pematangsiantar Kanwil Kemenkumham Sumut. 

Kalapas Kelas IIA Pematangsiantar Kanwil Kemenkumham Sumut, Rudy Fernando Sianturi mengatakan program rehabilitasi ini sesuai Program Kementerian Hukum dan HAM  No. 12 tahun 2017 tentang Rehabilitasi Narkotika bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan dan Surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan No : PAS-UM.01.01.101 perihal Petunjuk Penyelenggaraan Rehabilitasi Pemasyarakatan Tahun 2022. Kemudian Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum & HAM Nomor : PAS-1853.PK.01.06.04 TAHUN 2021 Tentang Penetapan UPT Pemasyarakatan penyelenggaraan  Rehabilitasi Pemasyarakatan bagi tahanan dan warga binaan pemasyarakatan pecandu, penyalahgunaan dan korban penyalahgunaan narkotika Tahun 2022. 

Lalu Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan No PAS-168.OT.02.02 Tahun 2020 tentang standar layanan rehabilitasi pemasyarakatan. Perjanjian kerja sama antara Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pematangsiantar serta Kepala BNN Pematangsianatar tentang Lapas Bersinar. 

"Dari 160 orang WBP, sebanyak 120 orang merupakan peserta rehabilitasi sosial dan 40 orang merupakan peserta rehabilitasi medis," kata Rudy Fernando Sianturi dalam keterangannya, Jumat (4/2). 

Rudy mengungkapkan bahwa program tersebut merupakan metode agar WBP mampu berubah dan menjadi lebih baik dan kembali diterima di tengah-tengah keluarga dan masyarakat, dan dapat berhenti dari ketergantungan narkotika. 

"Kita berharap seluruh WBP tetap semangat dalam mengikuti kegiatan rehabilitasi sampai prosesnya selesai," ujarnya. (AP/OL-10)

Baca Juga

Dok YPA-MDR

Keren, Siswa SD di Yogyakarta Hasilkan Batik Tulis Bermotif Srikaya Selama Tiga Bulan!

👤Iis Zatnika 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 23:30 WIB
Komunitas Pembatik Cilik dikembangkan di Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul,...
Ist

Tahun Depan Blora Dapat DBH Migas Sebesar Rp160 Miliar

👤Widhoroso 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 23:08 WIB
PERJUANGAN panjang Kabupaten Blora, Jawa Tengah untuk mendapatkan porsi dana bagi hasil (DBH) migas akhirnya membuahkan...
MI/Bagus Suryo

Kisruh Legalitas Kepengurusan Landa PMI Kota Malang

👤Bagus Suryo 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 21:45 WIB
PALANG Merah Indonesia (PMI) Kota Malang, Jawa Timur, kisruh karena mantan pengurus yang mengatasnamakan Tim Tujuh malayangkan protes atas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya