Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANGUNAN ruas jalan di Jalur Tengah yang membentang dari Waikomo-Uruor-hingga Wulandoni, kini masih terkatung-katung.
Pasalnya, dana semula yang dialokasikan untuk pembangunan ruas jalan tersebut, justru dialihkan untuk penanganan ruas jalan Provinsi di Desa Warawatung, Kecamatan Nagawutun.
Bahkan, Pemerintah setempat memiliki skenario baru meningkatkan status jalan menjadi Jalan Negara di jalur tengah, jika anggaran Senilai 16 miliar tidak berhasil dialihkan dari Kementerian PMK.
Bupati Kabupaten Lembata, Dr. Thomas Ola Langoday, saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Paubokol, Kecamatan Nubatukan, Rabu (26/1/2022), menyampaikan, pemerintah akan menyelesaikan semua ruas jalan kabupaten melalui dana pinjaman daerah.
"Seluruh dana pinjaman PEN kami akan pakai untuk membangun jalan di Lembata," kata Bupati Thomas Ola.
Namun Bupati menjelaskan, sekitar Rp16 miliar dana untuk pembangunan ruas jalan di Jalur Tengah, dipindahkan untuk pembangunan jalan Provinsi di Desa Warawatung, Kecamatan Nagawutun.
Untuk jalur tengah dari Waikomo menuju Pantai Harapan melewati Paubokol, Bupati menyampaikan secara terus terang, bahwa jalan ini tidak bisa dikerjakan menggunakan dana pinjaman daerah.
"Karena waktu itu ada dana bencana yang diprioritaskan untuk tuntaskan jalur tengah Paubokol menuju Pantai Harapan. Saat itu ada sekitar 5 kilometer dipindahkan ke Warawatung, yang ternyata jalan Warawatung sudah menjadi jalan provinsi," ujar Bupati Langoday.
Akibatnya, dana sekitar Rp16 miliar untuk ruas jalan Paubokol tertahan di Kementerian PMK. Saat ini Pemda masih perjuangkan agar dana itu bisa ditarik kembali ke Lembata.
"Kalau pun dana Rp16 M itu tidak jadi didapatkan maka alternatif lain, adalah dengan memperjuangkan jalur poros tengah Paubokol menuju Pantai Harapan Wulandoni ini menjadi jalan Nasional. Pembiayaannya menggunakan APBN sehingga permasalahan jalan yang sering dikeluhkan oleh masyarakat Lembata dapat teratasi," ujar Bupati Langoday. (OL-13)
Baca Juga: Akses ke Kawasan Wisata Mandeh Masih Tertutup Material Longsor
Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita.
Aktivitas erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 36,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Lembata membutuhkan investasi yang ramah lingkungan, meskipun beberapa sektor strategis kerap mendapat penolakan dari sebagian masyarakat.
Berdasarkan pengamatan instrumental, aktivitas kegempaan masih didominasi oleh gempa hembusan dengan jumlah mencapai 1.340 kejadian.
DINAS Kesehatan Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, bersama Puskesmas Lewoleba melakukan tindakan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Lewoleba Barat, Selasa (18/11).
SENJA baru saja turun di Taman Kota Lewoleba, Ibu Kota Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/11), ketika satu per satu obor mulai menyala.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved