Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK pekan ke tiga Januari 2022, harga biji kakao kering dikawasan Provinsi Aceh turun. Hal itu diduga karena permainan pelaku pasar dalam negeri yang menetap harga sepihak demi mendapat keuntungan melimpah.
Kondisi tidak mengembirakan para petani atau pemilik kebun kakao ini diharapkan tidak berlangsung lama. Apalagi ongkos produksi semakin mahal dan harga pupuk melambung tinggi sehingga meningkatkan biaya produksi yang yang harus dikeluarkan petani.
Amatan Media Indonesia, di Kabupaten Bireuen, Aceh Utara dan Kabupaten Pidie, pada Kamis (27/1), harga biji kakao kering panen pada 31 Desember 2021, sebesar Rp 31.000/kg, sekarang turun menjadi Rp29.000/kg. Lalu harga biji kakao kering fermentasi dari sebelumnya Rp33.000/kg, kini menjadi Rp 31.000/kg.
Hussini MY, Pedagang pengumpul biji kakao di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, kepada Media Indonesia mengatakan, turunnya harga biji bahan baku cokekat itu sangat terasa sejak sepuluh hari terakhir. Padahal pada pekan pertama dan pekan ke dua awal tahun 2022, harganya masih berkisar Rp31.000 hingga 33.000/kg.
Husaini, yang juga pengurus Forum Kakao Aceh (FKA) ini menduga, turunnya harga itu karena permainan pasar oleh pengusaha besar. Hal itu kadang terjadi karena persaingan pasar antara sesama pengusaha kelas kakap atau para importir yang memiliki modal besar.
Sebagai perpanjangan lidah para petani kakao, Husaini mengharapkan pemerintah melalui lembaga negara terkait, supaya menjaga kestabilan harga. Antara lain, misalnya mengawasi kondisi perlakuan atau aktivitas perdagangan kakao dalam negeri. Lalu lebih aktif mematau dituasi pasar internasional setiap saat.
"Kalau terbiarkan petani hidup sendiri seperti timbul tenggelam, sangat sulit mereka bangkit. Tanpa perlindungan pasar atau menjamin kestabilan harga tentu petani berpeluang besar petani merugi. Lalu mengundang kekecewaan sehingga bermuara pada krisis kepercayaan terhadap kestabilan pasar. Ujung ujungnya meninggalkan kebun kakao" tambah Husaini MY.
Terkait ini, tokoh petani kakao di Kabupaten Pidie, Zulfikar Yacob, mengatakan harga berbagai jenis pupuk dan saprodi yang melambung saat ini, sudah tidak sesuai dengan pendapatan penjuakan hasil panen. Biaya produksi yang melambung tinggi, sedangkan harga hasil panen rendah.
"Itu tidak seirama antara biaya keluarkan petani dengan harga gabah hasil panen kakao. Dari tahun lalu harga pupuk naik berkisar 80% hingga 100%, sedangkan harga biji kakao masih bertahan tidak meningkat. Bahkan lebih rendah dari harga tahun lalu. Kondisi seperti ini sangat sulit mempertahankan petani jangan gulung tikar," tutur Zulfikar. (OL-13)
Baca Juga: Benih Jagung yang Ditanam Jokowi di Kabupaten Sorong Dipanen
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Petani di berbagai wilayah Provinsi Aceh tengah dilanda keresahan besar pada musim tanam padi rendengan, musim tanam utama yang sangat menentukan produksi pangan tahunan
CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Pemerintah setempat mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved