Selasa 25 Januari 2022, 17:48 WIB

Kasus Stunting dan Obesitas Pada Anak di Kalsel Masih Tinggi

Denny Susanto | Nusantara
Kasus Stunting dan Obesitas Pada Anak di Kalsel Masih Tinggi

DOK MI
Ilustrasi

 

ANGKA gangguan pertumbuhan pada anak akibat kurang gizi (stunting) dan obesitas (kegemukan) pada anak di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), masih tinggi. Hal ini merupajan pekerjaan rumah  yang harus diselesaikan secepatnya.

Berdasarkan data riset kesehatan dasar 2021, angka stunting di provinsi kaya tambang ini sebesar 33,8 persen. Angka ini jauh diatas rata-rata nasional 24,4 persen. Sementara untuk angka obesitas di Kalsel tercatat sebesar 2,95 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Muhammad Muslim, Selasa (25/1), mengatakan kasus stunting dan obesitas di Kalsel masih terbilang tinggi. Pada puncak peringatan Hari Gizi Nasional ke-62 yang berlangsung di SMPN 1 Mandastana, Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, permasalahan stunting dan obesitas ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

"Ini persoalan gizi ganda dan harus benar-benar ditangani secara kolaboratif. Jadi semua sektor terkait, bersama-sama berkomitmen," tutur Muslim.

Progres yang dilakukan Pemprov Kalsel sudah on the track, dengan sasaran menurunkan stunting pada usia remaja, pra nikah, ibu hamil hingga usia 0 sampai 59 bulan

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel, Raudhatul Jannah mengatakan, berbagai upaya sudah dilakukan pihaknya untuk menekan angka stunting
dan obesitas. "Upaya dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota diantaranya dengan komitmen bersama yang disebut deklarasi loksado, revitalisasi Posyandu, dan  kader posyandu hingga edukasi," ujarnya.

Menurutnya masalah yang dihadapi dalam menekan angka kasus stunting dan obesitas, ialah soal ketersediaan gizi. "Kalsel harus bergerak ekstra agar masalah ini cepat terselesaikan guna melindungi anak - anak," tambahnya.

Tak kalah penting terkait pola asuh terhadap keluarga untuk anak dan balitanya kemudian 1.000 hari pertama kehidupan. Karena di sana awal anak sehat atau kurang sehat yang berakibat pada stunting seperti pola makan, dan kebersihan lingkungan. (OL-15)

Baca Juga

MI/Arnoldus Dhae

Bandara Ngurah Rai Bali akan Pasang 288 Unit Solar Panel System

👤Arnoldus Dhae 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 23:32 WIB
Untuk tahap awal, PLTS berupa 288 unit solar panel system (photovoltaics) dengan kapasitas maksimal 155 kilo watt peak (kWp) akan dipasang...
ANTARA FOTO/Bayu Pratama

Kalsel Tetapkan Isu Prioritas Lingkungan Hidup

👤Denny Susanto 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 23:18 WIB
Bencana banjir dan pengelolaan sampah menjadi isu prioritas utama lingkungan hidup di...
Dok.Mi

Rem Blong, Bus Pariwisata Tabrak Kendaraan Hingga Rumah Warga dan Sebabkan 3 Orang Meninggal Dunia

👤Adi Kristiadi 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 23:15 WIB
Kejadian tersebut, menyebabkan rumah, sepeda motor, dan mobil mengalami kerusakan, hingga tiga orang meninggal dunia dan 23 orang lainnya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya