Jumat 14 Januari 2022, 19:30 WIB

Ratusan ASN di Tasikmalaya Terima Vaksin Booster

Kristiadi | Nusantara
Ratusan ASN di Tasikmalaya Terima Vaksin Booster

MI/Kristiadi

 

PEMERINTAH Kota Tasikmalaya melalui Dinas Kesehatan menggelar vaksinasi booster yang dilakukan terhadap 500 orang pegawai negeri sipil (PNS) di Aula Bale Kota berada di Jalan Letnan Harun, Kecamatan Bungursari, Jumat (14/1). Pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga sementara difokuskan kepada para aparatur sipil negara (ASN) hingga dilanjutkan kepada lanjut usia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Asep Hendra mengatakan, pemerintah daerah telah melakukan vaksinasi booster tetapi saat ini diperuntukkan untuk kalangan non-nakes karena selama ini belum mendapat dropping vaksin dari pemerintah pusat. Karena, vaksin yang ada memang belum digunakan ternyata bisa dipakai untuk suntikan ketiga.

"Untuk vaksinasi booster ditargetkan pada hari ini pemberian vaksinasi dosis ketiga dilakukan kepada 500 orang dan asarannya adalah para ASN di lingkungan Bale Kota Tasikmalaya. Akan tetapi, pemberian vaksinasi dosis ketiga sebenarnya diprioritaskan kepada warga lanjut usia (lansia) dan orang yang memiliki penyakit bawaan tapi untuk memberikan booster, yang bersangkutan harus menjalani vaksinasi dosis kedua dengan rentang waktu minimal selama 6 bulan," katanya, Jumat (14/1/2022).

Ia mengatakan, pemberian vaksinasi booster dapat dilakukan lantaran daerahnya selama ini telah memenuhi syarat dan pemberian untuk dosis ketiga untuk kalangan nakes juga sudah hampir 100 persen. Namun, sekarang ini untuk pemberi layanan publik di pemerintahan baru dilakukan di lingkungan Bale Kota tetapi yang lain masih belum dilakukan tapi nantinya akan sama menerima suntikan ketiga.

"ASN merupakan salah satu yang mendapat prioritas untuk mendapatkan booster lantaran mereka pemberi layanan publik tetapi nantinya bagi warga lansia juga akan menjadi prioritas dalam pemberian booster dan yang penting mereka sudah divaksin dosis kedua dengan jarak minimal enam bulan. Akan tetapi, kalau belum mencapai syarat enam bulan supaya tetap menunggunya," ujarnya.

Menurutnya, pemberian vaksinasi booster itu akan menggunakan jenis vaksin yang telah direkomendasikan oleh BPOM dan jenisnya yang digunakan dapat sama dengan vaksin diberikan pada dosis pertama atau kedua (homolog) atau berbeda (heterolog). Namun, bagi peserta juga tidak ada masalah karena memang rekomendasinya seperti itu tetapi mereka juga tetap melakukan isi formulir dan tensi darah termasuk pemeriksaan suhu.

"Untuk vaksinasi booster yang dilakukannya di lingkungan pemerintah daerah bagi ASN yang ada masih banyak belum divaksin dan mereka mengalami tensi darah tinggi antara 170/100 dan ada juga 160/80. Akan tetapi, banyaknya tensi darah yang tinggi dan mereka tak boleh melakukannya lebih baik normalkan terlebih dahulu karena vaksin akan tetap tersedia," paparnya. (AD/OL-10)

Baca Juga

MI/Apul Iskandar

Wali Kota Pematangsiantar Didesak Setop Pungut Pajak Melebihi NJOP

👤Apul Iskandar 🕔Selasa 18 Januari 2022, 23:58 WIB
Henry juga meminta serta mendesak Wali Kota Pematangsiantar untuk mengembalikan kepada wajib pajak, setoran pajak daerah yang terlanjur...
Antara

Pemkab Temanggung Terima 23.520 Dosis Vaksin Booster

👤Ant 🕔Selasa 18 Januari 2022, 23:55 WIB
Pelaksanaan vaksinasi booster mulai Senin (17/1), antara lain dilakukan di Puskesmas Parakan dan Kejari...
Antara

Vaksinasi 6-11 Tahun di Sukabumi Sasar Anak Jalanan

👤Ant 🕔Selasa 18 Januari 2022, 23:44 WIB
"Anak jalanan, pengamen dan anak putus sekolah merupakan salah satu kelompok rawan,"...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya