Kamis 13 Januari 2022, 10:37 WIB

UMKM di Semarang Sambut Baik Minyak Goreng Subsidi dari Pemerintah

mediaindonesia.com | Nusantara
UMKM di Semarang Sambut Baik Minyak Goreng Subsidi dari Pemerintah

Ist
Para pelaku UMKM membeli minyak goreng subsidi yang diadakan UMKM usAHA di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

 

PARA pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menyambut baik saat mengtahui minyak goreng akan disubsidi oleh pemerintah dan dijual seharga Rp 14 ribu per liter.

Salah satunya Rohan, 50, pedagang pecel dan gorengan asal Kalirejo. Rohan berharap program subsidi yang dibuat oleh pemerintah dapat menurunkan harga minyak goreng di pasaran. 

"Oh, ya senanglah kalau disubsidi, Alhamdulillah sekali, jadi harga minyak goreng bisa turun di pasaran," ujar Rohan di sela-sela acara usAHA Borong Usaha yang diadakan oleh UMKM usAHA binaan Airlangga Hartarto di Alun-alun Bung Karno, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Rabu (12/1). 

Rohan mengaku, semenjak harga minyak goreng naik, ia harus menambah modal untuk membeli minyak, sedangkan dagangannya cenderung sepi pengunjung.

Sebelum harga minyak naik, Rohan mengatakan, dirinya mampu membuat sebanyak 5 kg gorengan. Sekarang ia cuma bisa membuat paling banyak 3kg gorengan. 

Keuntungan yang ia dapat pun hanya pas-pasan untuk menghidupi istri dan tiga anaknya. A

gar tidak rugi, Rohan juga terpaksa untuk mengurangi porsi pecel dan gorengannya, karena ia tak berani menaikkan harga dagangannya. 

"Gak sanggup beli minyaknya, makin banyak keluar modal, untungnya cuma sedikit," imbuh Rohan. Rohan pun meminta agar subsidi minyak goreng bisa segera direalisasikan. 

Hal senada juga disampaikan oleh Pipit, 37, pedagang batagor dan siomay, asal Gunung Pati, Kabupaten Semarang.

Ia berharap program subsidi minyak goreng segera terealisasi. Menurutnya, program tersebut mampu membuat harga minyak goreng stabil. 

Ibu dari dua anak itu menjelaskan, saat ini harga minyak goreng di pasaran mencapai Rp 22 ribu, harga itu naik dari sebelumnya yang hanya Rp 11 ribu.

Kenaikan harga minyak tersebut terpaksa membuat Pipit mengeluarkan modal berdagang lebih banyak dari sebelumnya, dengan untung yang minim. 

"Ya semoga subsidi minyak goreng bisa cepet diterapin, biar harga minyak itu stabil lagi," kata Pipit ketika diwawancarai, Rabu (12/1). 

Sebelumnya Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengumumkan pemerintah telah mengambil kebijakan penyediaan minyak goreng untuk masyarakat dengan harga Rp14.000,00 per liter di tingkat konsumen yang berlaku di seluruh Indonesia.

Minyak goreng kemasan sederhana dengan harga khusus tersebut akan disediakan sebanyak 1,2 miliar liter selama jangka waktu 6 bulan dan dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan.

Anggaran yang disediakan untuk subsidi minyak goreng sebesar Rp 3,6 triliun yang berasal dari anggaran Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) pada 2022 ini. (RO/OL-09)

Baca Juga

Dok BPBD Balikpapan

Jumlah Korban Tabrakan Simpang Muara Rapak Bertambah

👤Yovanda Naraya 🕔Jumat 21 Januari 2022, 15:08 WIB
Jumlah  korban tabrakan beruntun di Simpang Muara Rapak bertambah menjadi 35...
Dok. Pribadi

MotoGP jadi Akselerator Industrialisasi UMKM di NTB

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 21 Januari 2022, 15:03 WIB
"Penekanan Pak Presiden kepada para menteri supaya segala hal dipersiapkan dengan maksimal. Mulai dari akomodasi, fasilitas di...
ANTARA FOTO/Rahmad

2.773 Ha Sawah di Kabupaten OKI Sumsel Terancam Gagal Panen

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 21 Januari 2022, 15:00 WIB
Lahan sawah seluas 2.773 hektare di Kabupaten Ogan Komering, Sumatra Selatan, terancam mengalami gagal panen karena terendam air seiring...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya