Selasa 04 Januari 2022, 18:30 WIB

Ini Capaian Reklamasi PT Timah pada 2021

Rendy Ferdiansyah | Nusantara
Ini Capaian Reklamasi PT Timah pada 2021

MI/Rendy
Penenggelaman rumpon untuk habitat biota aut

 

PENGELOLAAN lingkungan yang berkelanjutan menjadi salah satu perhatian serius PT Timah Tbk dengan melakukan reklamasi lahan bekas tambang baik di darat maupun laut.

Melaksanakan reklamasi secara konsisten sesuai dengan rencana reklamasi, tahun 2021 PT Timah Tbk realisasikan total pelaksanaan reklamasi mencapai 100 persen yang tersebar di wilayah reklamasi darat dan laut.

Tercatat pada tahun 2021 lalu, reklamasi darat yang dilaksanakan PT Timah Tbk dalam bentuk revegetasi dan bentuk lainnya mencapai luasan 400,51 hektar dari rencana 400 hektar yang tersebar di wilayah Bangka Barat, Bangka, Bangka Selatan, Bangka Tengah, Belitung, Belitung Timur dan lintas kabupaten.

Reklamasi revegetasi dilakukan dengan menanam tanaman seperti Sengon, Cemara Laut, Jambu Mete, kelapa sawit dan tanaman buah-buahan seperti Jeruk, Kelapa Hibrida, Durian, Alpukat, dan Sirsak.

Sementara untuk reklamasi bentuk lainnya yang dilakukan antara lain pemanfaatan lahan bekas tambang untuk Sirkuit Grasstrack di Air Nyatoh, Belinyu Kabupaten Bangka seluas 5,7 hektar dan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Air Koba, Desa Rindik Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan seluas 4,23 hektar.

"Reklamasi darat yang dilakukan PT Timah Tbk ini juga dilakukan dengan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan lahan. Selain itu, reklamasi juga disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, sehingga tidak hanya mengembalikan fungsi lingkungan tapi juga bisa memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat," kata Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan. Selasa (4/1).

Sedangkan untuk reklamasi laut, lanjutnya di tahun 2021 PT Timah Tbk menenggelamkan 1.920 unit artificial reef di 11 lokasi.

Penenggelaman artificial reef dilaksanakan di Pulau Panjang sebanyak 240 unit, Karang Rulak 240 unit, di Rambak 240 unit, Perairan Tuing sebanyak 60 unit, Pulau Putri sebanyak 240 unit, Tanjung Melala sebanyak 240 unit, Malang Gantang sebanyak 240 unit, Tanjung Ular sebanyak 120 unit, Karang Aji 120 unit, Pulau Pelepas sebanyak 60 unit dan Tanjung Kubu sebanyak 120 unit.

Penenggelaman artificial reef menurut Anggi merupakan langkah konkrit perusahaan untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut dan diharapkan menjadi sarana pendukung bagi nelayan untuk meningkatkan hasil tangkap.

"Dalam melaksanakan penambangan PT Timah Tbk juga melaksanakan amanat regulasi yaitu aspek reklamasi dalam kaitannya dengan pelestarian dan keberlanjutan lingkungan," tutup Anggi.(OL-13)

Baca Juga

MI/Gabriel Angga

Viktor Laiskodat tidak Ingin Maju Lagi pada Pilkada 2024

👤Palce Amalo 🕔Jumat 09 Desember 2022, 23:04 WIB
Ia mengatakan apabila kepala daerah tidak bekerja serius untuk kepentingan rakyat, harus diberhentikan karena tidak layak...
ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Disperindag Jabar Buka Gerai Pertanian di Mal

👤Bayu Anggoro 🕔Jumat 09 Desember 2022, 22:50 WIB
Gerai pertanian pertama dibuka di Cihampelas Walk, salah satu pusat perbelanjaan di Kota...
ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Rugikan Industri Hasil Tembakau, Formasi Ajukan Uji Materi PMK 161/2022

👤Bagus Suryo 🕔Jumat 09 Desember 2022, 22:45 WIB
Pasalnya beleid itu mengancam keberlangsungan industri hasil tembakau (IHT) lantaran sejumlah pasal saling bertentangan dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya