Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR yang melanda Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, berangsur surut. Kondisi ini terpantau pada Selasa malam (28/12), pukul 20.00 WIB. Saat awal terjadinya banjir, tinggi muka air antara 20 hingga 100 cm.
Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumba Barat melaporkan banjir melanda enam desa di Kecamatan Wanokaka.
Baca juga: Pihak Terkait Harus Bersama Turunkan Angka Stunting di Lombok Utara
Keenam desa terdampak yaitu Desa Baliloku, Weehura, Katiku Loku, Rewa Rara, Rua dan Taramanu. Warga terdampak sebanyak 105 KK atau 462 jiwa.
"Sejumlah warga desa mengungsi ke rumah kepala desa dan balai desa setempat," kata Abdul dalam keterangan resmi, Rabu (29/12).
Ia menyatakan, BPBD Kabupaten Sumba Barat masih memutakhirkan populasi terdampak maupun mereka yang mengungsi sementara waktu.
"Menurut BPBD, bencana tidak mengakibatkan jatuhnya korban jiwa," imbuhnya.
BPBD yang dibantu TNI, Polri, aparat desa dan warga berada di lokasi terdampak untuk melakukan upaya penanganan darurat, seperti distribusi logistik, evakuasi warga, pengamanan dan kaji cepat. Membantu para warga desa terdampak, BPBD telah mendistribusikan bantuan logistik berupa tikar dan makanan, seperti beras, telor, ikan kering dan mie instan, sedangkan dapur umum telah dioperasikan di lokasi pengungsian.
Banjir Kabupaten Sumba Barat terjadi setelah hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut. Di sisi lain, faktor lain berupa penyempitan sungai memperburuk kondisi banjir saat itu. Peristiwa berlangsung pada Senin (27/12), pukul 07.00 waktu setempat.
Meskipun berangsur surut, pemerintah daerah dan warga diimbau untuk tetap waspada dan siap siaga. Pada hari ini, Rabu (29/12) dan esok (30/12), wilayah terdampak masih berpotensi hujan ringan hingga hujan petir.
Selain potensi bahaya banjir, semua pihak perlu mewaspadai bahaya hidrometeorologi basah lain, seperti angin kencang dan tanah longsor. Pada analisis inaRISK, Kecamatan Wanokaka termasuk pada 6 kecamatan di Kabupaten Sumba Barat yang berpotensi banjir dengan kategori sedang hingga tinggi.
"Dilihat pada potensi gerakan tanah, beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Wanokaka pada kategori menengah," pungkasnya. (OL-6)
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
Selain Jakarta, wilayah penyangga juga diprediksi akan mengalami cuaca basah.
PERUMAHAN Grand Texpia, Kecamatan Ciasem, Pantura Subang, masih terendam banjir meski ketinggian air mulai berkurang.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat masih ada 1.600 warga di Jakarta yang mengungsi akibat banjir.
Banjir di Kabupaten Kudus hingga Minggu (25/1) juga masih merendam 9 desa di 4 kecamatan antara lain Desa Karangrowo, Ngemplak, Tanjungkarang, Jetiskapuan, Jati Wetan, Payaman.
Perpanjangan dilakukan karena masih adanya wilayah terdampak banjir serta tingginya potensi bencana susulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved