Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI terjadi peningkatan mobilitas masyarakat pada November, namun inflasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tetap berada pada level 0,45 persen (mtm). Besaran inflasi pada bulan November ini, hampir dua kali lipat lebih tinggi dibanding angka inflasi bulan September yang tercatat sebesar 0,24 persen (mtm).
"Secara tahunan inflasi DIY November 2021 berada pada level 2,06% (yoy), tertinggi selama tahun 2021. Dengan kondisi ini, secara kumulatif (Januari-November), Inflasi DIY mencapai 1,57% (ytd)," kata PLT Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Miyono, dalam rilisnya, Jumat (17/12)
Dalam rilis yang diterima mediaindonesia.com, Miyono menjelaskan bahwa inflasi DIY November 2021 didorong baik oleh tarikan permintaan (Demand Pull) maupun dorongan penawaran (Cost Push). Dari sisi tarikan permintaan, peningkatan inflasi terjadi sejalan dengan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat di bulan November.
Survei Konsumen (SK) Bank Indonesia, ungkap Miyono, mencatat level tertinggi Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) DIY selama pandemi di November 2021 yakni sebesar 141,7 poin. Tingkat optimisme saat ini, hanya sedikit lebih rendah dibandingkan level optimisme masyarakat sebelum pandemi pada 2019 sebesar 145,7 poin.
Ia menyebutkan, faktor utama peningkatan konsumsi, selain imbas penurunan status PPKM akhir Oktober lalu selaras dengan terkendalinya kasus Covid-19, juga ditopang oleh peningkatan aktivitas pariwisata di DIY. Berdasarkan google mobility index, secara rata-rata mobilitas pariwisata hanya lebih rendah 10,8% dari kondisi normal (basline).
Kondisi mobilitas di DIY saat ini merupakan yang tertinggi sepanjang pandemi. Lebih jauh, membaiknya konsumsi dan aktivitas pariwisata mendorong peningkatan harga komoditas pangan antara lain telur ayam (20,8%; mtm) dan cabai merah (28,3%; mtm) serta tarif angkutan udara (2,6%; mtm).
Dari sisi dorongan penawaran, faktor perbaikan ekonomi global yang berimbas pada kenaikan harga komoditas, mendorong peningkatan harga Minyak Goreng dan Emas Perhiasan. Komoditas Minyak Goreng melanjutkan tren inflasi sejak 1,5 tahun terakhir, seiring dengan tren kenaikanharga CPO global. Kenaikan harga CPO ini berimplikasi juga pada peningkatan harga komoditas turunan CPO seperti sabun dan produk-produk kimia lainnya.
Mencermati kondisi tersebut, Bank Indonesia DIY bersama dengan TPID DIY memperkirakan tekanan inflasi masih akan berlanjut di akhir tahun ini, dipengaruhi baik sisi permintaan maupun pasokan. Dari sisi permintaan, aktivitas konsumsi diperkirakan terus meningkat seiring momen akhir tahun dan HKBN (Hari Keagamaan Besar Nasional) yang mendorong permintaan komoditas pangan dan transportasi, khususnya transportasi udara.
Di sisi lain, faktor musiman pola tanam dan cuaca diperkirakan menyebabkan pasokan komoditas lebih terbatas. Sementara itu tren kenaikan harga komoditas barang-barang impor (imported inflation) diperkirakan masih berlanjut di bulan Desember.
"Dengan perkembangan ini, Bank Indonesia DIY memperkirakan inflasi DIY 2021 lebih tinggi dibandingkan tahun 2020 meskipun masih berpotensi berada di bawah batas bawah sasaran inflasi 3¬+1%," kata Miyono. (OL-13)
Baca Juga: Sertifikasi TKDN Kementerian Perindustrian Lampaui Target
AKSI menolak Pilkada tak langsung yang mana pemilihan lewat DPRD digelar oleh BEM Nusantara DIY di Gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
JUMLAH uang kartal yang keluar (outflow) dari Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta kepada perbankan dan masyarakat, selama periode Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,34 triliun
POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengungkapkan dalam kurun waktu sepekan pelaksanaan Operasi Lilin Progo 2025, hampir 1 juta kendaraan yang masuk wilayah DIY.
Transisi paradigma pemidanaan dari sekadar penghukuman fisik menjadi pemulihan hubungan sosial
Daop 6 menyediakan total 383.074 tempat duduk (TD) untuk kereta api (KA) keberangkatan awal dari stasiun relasi Daop 6,
KEPALA Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo menyampaikan, mencermati potensi risiko inflasi ke depan, termasuk dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nataru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved