Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Perkebunan Nusantara Group melaksanakan Apel Siaga pada Sabtu, 11 Desember 2021 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sei Karang, PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Sumatera Utara. Apel Siaga atau yang disebut juga dengan Apel Siaga Planters Nusantara ini dipimpin langsung oleh Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani.
Turut hadir pada acara ini Asisten Deputi Bidang Industri Perkebunan dan Kehutanan Kementerian BUMN Rachman Ferry Isfianto dan jajaran Direksi Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) serta para Direktur Anak Perusahaan.
Apel Siaga merupakan puncak acara Internalisasi Etos Kerja Planters dan Apel Siaga Palnters Nusantara yang telah dilaksanakan sejak tanggal 1 hingga 10 Desember 2021 di Sei Karang. Kegiatan ini diikuti oleh 2.451 orang Asisten Tanaman dan Asisten Pabrik dari PT Perkebunan Nusantara I s/d XIV, secara fisik dan online.
Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) menunjuk PT LPP Agro Nusantara sebagai anak usaha yang bergerak di bidang pengembangan human capital sebagai penyelenggara acara ini.
Dalam sambutannya, Mohammad Abdul Ghani Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mengatakan merasa bangga dan memberikan apresiasi kepada seluruh Asisten Planters Nusantara yang telah berkeja keras dan berkorban demi tercapainya target-target produksi dan produktivitas. Melalui kesamaptaan dan jiwa korsa, dan terbentuknya sikap ber-AKHLAK (Amanah, Konsisten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) serta disiplin, sigap, tangkas, pantang menyerah, integritas dan kerja keras, penting guna menunjang pelaksanaan tugas sebagai asisten.
Ghani juga menyampaikan pesan Presiden RI Joko Widodo, bahwa BUMN Perkebunan harus menjadi leading sector untuk tercapainya swasembada gula pada tahun 2024/2025.
“Pendidikan dan pelatihan ini sangat penting bagi seluruh Asisten Tanaman dan Pabrik di lingkungan Perkebunan Nusantara Group, sifat kesamaptaan dan jiwa korsa, sifat ber-AKHLAK, disiplin, sigap, tangkas, pantang menyerah, integritas dan kerja kera penting guna menunjang pelaksanaan tugas sebagai asisten” ujarnya.
Ghani menambahkan bahwa PTPN sudah sejak dulu menyajikan kultur dan prilaku Planters yang dicontoh oleh perkebunan lain di Indoneisa. Dia juga mengharapkan pelatihan ini dapat menjadi standar bagi Planters di seluruh nusantara. ”Latihan ini semoga menjadi standar bagi Planters lainnya," ujarnya.
Mahmudi Direktur Produksi dan Pengembangan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mengatakan bahwa Asisten Tanaman dan Asisten Pabrik ini dididik dan ditempa untuk menjadi Planters Nusantara yang tangguh, agar nantinya dapat masuk dalam talent pool. “Asisten Tanaman dan Asisten Pabrik harus mampu menjadi role model dan agent of change, sehingga dapat mengambil keputusan sesuai dengan arah transformasi perusahaan” kata Mahmudi. (RO/M-4)
Pada 2025 (angka sementara) produksi kakao berada di kisaran 616 ribu ton, dan pada 2026 diproyeksikan naik menjadi 635 ribu ton dengan luas areal mencapai 1,38 juta hektare.
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan mengakui masih kurangnya pengawasan terhadap aktivitas industri ekstraktif pertambangan dan perkebunan.
KSPSI menekankan pentingnya standar hubungan industrial yang setara dan berkeadilan di sektor perkebunan kelapa sawit.
PT Astra Agro Lestari Tbk menegaskan konsistensinya dalam menjalankan kebijakan keberlanjutan, termasuk Nol Deforestasi, yang telah menjadi bagian dari operasional perusahaan sejak 2015.
ADA dilema kelembagaan bank tanah dalam mewujudkan keadilan sosial agraria di tengah gencarnya arus investasi.
Transformasi digital di sektor perkebunan nasional mendapat dorongan baru melalui kolaborasi antara Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, dan Fakultas Vokasi USU.
Dalam satu tahun terakhir, Delonix Hotel Karawang menjalankan program keberlanjutan terstruktur yang mengacu pada kerangka kerja berbasis sains dari EarthCheck.
Di tengah tekanan deforestasi, perubahan iklim, dan tuntutan pasar terhadap komoditas berkelanjutan pemerintah dan pelaku usaha kehutanan mulai menggeser paradigma pengelolaan hutan.
Kemajuan ilmu pengetahuan modern telah membawa banyak progres dalam pengelolaan kehutanan dan lingkungan.
Pemerintah mencabut izin 28 perusahaan kehutanan dan non-kehutanan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terkait pelanggaran hukum dan kerusakan lingkungan.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, menegaskan bahwa manusia memiliki kewajiban moral tanpa batas untuk menjaga kelestarian alam
Muslimat NU dan Kementerian Lingkungan Hidup RI menandatangani MoU untuk memperkuat gerakan pelestarian lingkungan berbasis masyarakat melalui program Mustika Darling.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved