Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali meminta kepada masyarakat Bali untuk mewaspadai 16 titik banjir yang ada di enam kabupaten. Ini sesuai dengan peringatan yang dikeluarkan oleh BMKG Wilayah III Denpasar bahwa Bali akan terjadi hujan dengan intensitas yang tinggi dalam beberapa hari ke depan ini.
BMKG juga mengeluarkan peringatan tentang potensi banjir yang akan terjadi bila intensitas hujan yang tinggi. "Sesuai peringatan dari BMKG Wilayah III Denpasar, kami akan meneruskan peringatan tersebut kepada masyarakat terutama masyarakat yang berada di 16 titik yang menjadi waspada banjir. Saat ini petugas kami bersinergi dengan seluruh unsur terkait sudah melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat untuk waspada bila terjadi curah hujan yang tinggi," ujar Kepala BPBD Bali I Made Rentin di Denpasar, Sabtu (4/12/2021).
Menurut Rentin, sosialisasi dan pendekatan kemanusiaan sangat penting sebab kadang-kadang warga di sekitar lokasi tidak sadar atau tidak mengetahui jika mereka dan keluarganya sedang diintai bahaya. "Sosialisasi sangat penting agar masyarakat selalu waspada. Minimal mereka bisa menyelamatkan dirinya sendiri, keluarganya, dan baru masyarakat sekitarnya. Korban jiwa harus minimal dan kalau bisa harta benda juga selamat," ujarnya.
Ia mengaku selama ini memang sudah ada pemetaan wilayah rawan banjir di Bali. Namun masyarakat wajib tetap diingatkan karena terkadang mereka terlena atau lupa sehingga harus diingatkan kembali.
Ada 16 titik wilayah rawan banjir dan longsor yang tersebar di lima kabupaten di Bali yakni Jembrana, Badung, Gianyar, Tabanan, dan Buleleng. Dari lima kabupaten tersebut, terbanyak berada di Kabupaten Tabanan yakni sebanyak tujuh titik di tujuh kecamatan yakni Pupuan, Penebel, Baturiti, Marga, Tabanan, Kerambitan, Selemadeg.
Baca juga: Waspada Hujan Deras di Puncak Merapi
Kabupaten Buleleng memiliki empat titik rawan banjir di Busungbiu, Gerokgak, Seririt dan Banjar. Sisanya tersebar di tiga kabupaten lain. (OL-14)
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di SPPG Dauh Peken 5, Tabanan, Bali untuk memastikan pemenuhan hak pangan bergizi anak.
Saat ini, Pura Segara Giri Wisesa melayani tiga ritual besar, yaitu Melasti, Ngayud atau penghayutan, dan Penglukatan (pembersihan diri).
ORGANISASI Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali menggelar aksi bersih-bersih sampah di Pantai Mertasari, Minggu (15/2).
Kegiatan aksi bersih pantai di Kuta, Bali ini diikuti oleh sedikitnya 80 mahasiswa Melanesia yang menempuh studi di berbagai perguruan tinggi di Bali.
Prakiraan cuaca BMKG menyebut hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Bali.
Berdasarkan analisis BBMKG Denpasar, monsun Asia diprakirakan masih akan memberikan pengaruh kuat disertai dengan terbentuknya pola pertemuan angin
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved