Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
SERIKAT pekerja dan buruh berencana turun ke jalan meninggalkan
pekerjaannya jika Gubernur Edy Rahmayadi tidak bersedia merevisi Upah
Minimum Provinsi Sumatera Utara Tahun 2022.
Hal itu disampaikan serikat pekerja dan buruh saat menggelar demonstrasi di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (30/11).
"Bila Gubernur tidak merevisi UMP, kita akan menggelar aksi besar-besaran dan mogok kerja pada 6-8 Desember," ungkap Willy Agus Utomo,
Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumut dalam orasinya.
Selain FSPMI, organisasi serikat pekerja dan buruh yang terlibat dalam
demonstrasi ini antara lain KSPI, SBBI, KSBSI, SBSI Lomenik, SBMI Merdeka, Serbunas, FSPI, SPN, SBSI 92, Serbundo, GSBI, PPMI dan FSPM 2I.
Dalam aksinya, mereka mendesak Gubernur Sumut Edy Rahmayadi merevisi
penetapan angka Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022 yang hanya naik 0,93%.
Desakan itu bagi mereka sangat beralasan karena sudah ada keputusan
Mahkamah Konstitusi (MK) terkait putusan judicial rivew terhadap UU Nomor 11 Tahun 2020 (UU Cipta Kerja).
Mereka juga memiliki pendapat hukum dari pakar hukum nasional yang memastikan bahwa kepala daerah dapat dan boleh merivisi UMP,
termasuk Sumatra Utara.
"Kita minta Gubernur Sumut merevisi angka UMP dengan manaikkannya hingga 7%," kata Willy.
Tidak hanya revisi UMP, mereka juga meminta Gubernur Edy menunda pengesahan SK penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang telah direkomendasikan bupati dan wali kota.
Menurut dia, paska putusan MK sudah banyak kepala daerah yang merevisi
penetapan UMP dan UMK. Mereka yang merevisi menaikkan angka upah minimum menjadi 5%-7%.
Karena itu jika Gubernur Sumut bersikukuh tidak merevisi angka UMP 2022
yang sudah ditetapkannya, maka mereka akan menggelar demonstrasi berskala besar dan mogok kerja.
"Bahkan bila perlu aksi menginap di kantor Gubernur," imbuh Willy.
Sebelumnya, Ketua DPD Serikat Pekerja Nasional (SPN) Sumut Anggiat Pasaribu mengatakan organisasinya mengajukan kenaikan UMP hingga 16%.
SPN Sumut menilai kenaikan itu masih masuk akal karena eskalasi pandemi
sudah mulai turun, sehingga kemampuan pengusaha juga membaik. Dengan
rata-rata 7%-8% kenaikan tiap tahun, maka untuk 2022 cukup layak jika
dinaikkan 16% karena pada 2021 tidak ada kenaikan upah.
Permintaan serupa diajukan Serikat Buruh Merdeka Indonesia (SBMI) Sumut. Rintang Berutu, Ketua SBMI Sumut mengingatkan Gubernur Edy terhadap kondisi buruh yang tidak mendapatkan kenaikan upah pada tahun ini. (N-2)
Transformasi teknologi dan ketidakstabilan geopolitik global kini menjadi ancaman nyata bagi tatanan dunia kerja.
Penetapan UMSK di 19 kabupaten/kota tidak mengacu pada rekomendasi resmi bupati dan wali kota sebagaimana diatur dalam Pasal 35I Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan.
Hal itu disampaikan Indra dalam Talkshow Perburuhan Nasional bertema 'Babak Baru Ketenagakerjaan Indonesia' yang digelar di Kantor DPTP PKS, Jakarta, Jumat (30/1).
Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas.
Hingga Senin (5/1), pemerintah belum mengeluarkan regulasi resmi terkait pengaktifan kembali BSU di tahun anggaran 2026.
Publik menunggu konsistensi dan komitmen seorang gubernur yang dinilai memiliki kredibilitas dan integritas
Sejumlah daerah meniadakan perayaan malam pergantian tahun dan menggantinya dengan kegiatan doa bersama seperti Kota Semarang, Batang dan Pekalongan.
Meskipun Jawa merupakan pusat ekonomi Indonesia, sebagian besar UMP terendah justru terdapat di pulau ini.
Kaum buruh menilai kenaikan UMP di Ibu Kota tidak sesuai dengan kenaikan harga sejumlah bahan pokok.
Kenaikan UMK terendah mencapai 0,58% dan yang tertinggi 0,97%.
Angka 15% didapat dari nilai pertembuhan ekonomi dan inflasi tahun berjalan serta prediksi pertumbuhan ekonomi dan inflasi tahun depan.
Saat ini, kabupaten dan kota di Jawa Barat sedang menggelar perumusan rekomendasi UMK 2024 untuk diajukan ke Penjabat Gubernur Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved