Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Sejumlah Daerah di Jawa Tengah Tiadakan Pesta Kembang Api di Malam Pergantian Tahun

Akhmad Safuan
28/12/2025 16:00
Sejumlah Daerah di Jawa Tengah Tiadakan Pesta Kembang Api di Malam Pergantian Tahun
Ilustrasi(MI/Akhmad Safuan)

SEJUMLAH daerah di Jawa Tengah putuskan perayaan malam pergantian tahun tanpa pesta kembang api, tetapi diganti dengan gelar doa bersama sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap warga di  Sumatra dan daerah lainnya yang tengah terdampak bencana.

Pemantauan Media Indonesia Minggu (28/12) sejumlah daerah mulai mempersiapkan perayaan malam pergantian tahun, namun berbeda dengan tahun-tahun lalu perayaan tahun baru ini dilaksanakan tanpa pesta kembang api dan diganti dengan menggelar doa bersama sebagai bentuk solidaritas terhadap warga di Sumatra dan daerah lainnya yang terdampak bencana.

Berdasarkan data agenda kegiatan, sejumlah daerah meniadakan perayaan malam pergantian tahun dan menggantinya dengan kegiatan doa bersama seperti Kota Semarang, Batang dan Pekalongan, meskipun sejumlah daerah lain tetap menggelar acara keramaian dengan panggung hiburan seperti Kabupaten Kendal.

"Kami telah memutuskan untuk meniadakan pesta kembang api, sebagai gantinya mengarahkan perayaan akhir tahun dengan kegiatan doa lintas agama serta penggalangan donasi untuk korban bencana banjir di Sumatera," kata Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti Minggu (28/12).

Perayaan pesta pergantian malam tahun baru, menurut Agustina Wilujeng Pramestuti, biasanya pada tahun-tahun sebelumnya di gelar di sejumlah titik seperti Simpang Lima dan Pantai Marina, tetapi untuk rahunbini ditiadakan bahkan telah menyarankan kepada panitia untuk mengubah acara menjadi doa bersama.

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq secara terpisah juga mengungkap hal serupa, setelah dikakukan pembahasan secara kolektif bersama Wakil Bupati dengan mempertimbangkan kondisi nasional yang masih diliputi berbagai musibah, maka suasana akhir tahun nanti lebih tepat dimaknai dengan refleksi dan doa dibandingkan euforia perayaan.

“Di tengah kondisi bangsa yang sedang diuji, kami sepakat tidak mengadakan hiburan maupun kembang api, kami memilih mengisi akhir tahun dengan doa bersama agar Indonesia dijauhkan dari bencana dan diberikan kekuatan untuk bangkit,” ujar Fadia Arafiq.

Doa bersama itu, menurut Fadia Arafiq, juga dipanjatkan agar seluruh proses penanganan bencana di berbagai daerah dapat berjalan lancar mulai dari upaya pencarian korban hingga pemulihan pascabencana, langkah tersebut merupakan bentuk kepekaan dan tanggung jawab moral pemerintah daerah terhadap kondisi kemanusiaan yang tengah dihadapi bangsa.

Demikian juga diungkapkan Bupati Batang M Faiz Kurniawan bahwa peniadaan pesta kembang api pada malam perayaan pergantian tahun, sebagai bentuk empati terhadap para korban bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, namun perayaan tahun baru ini akan diganti dengan kegiatan dzikir dan doa bersama.

“Iya, nanti gantinya kita gelar doa bersama, sebagai wujud keprihatinan serta solidaritas bagi warga terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Baratdan daerah lain," tutur  Faiz Kurniawan .

Selain itu, ungkap  Faiz Kurniawan, di diminta masyarakat Batang  untuk tidak mengadakan pesta kembang api maupun hiburan berlebihan, karena kondisi bencana yang menyebabkan banyak keluarga kehilangan tempat tinggal maupun anggota keluarga harus menjadi perhatian bersama.

Berbeda dengan Pemerintah Kabupaten Kendal, pada malam pergantian tahun tetap akan menggelar panggung hiburan dengan pentas musik dan pesta kembang api, meskipun acara akan tetap digelar secara sederhana dan anggaran pelaksanaan perayaan malam tahun baru juga telah dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kendal.

“Nanti pada acara perayaan malam pergantian tahun, juga akan diisi dengan doa bersama dan penggalangan dana untuk korban bencana alam di Sumatra,” tambahnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya