Minggu 28 November 2021, 20:50 WIB

Sinergi Komisi VII DPR RI dan Kemenperin Latih 240 Pelaku IKM

Lilik Darmawan | Nusantara
Sinergi Komisi VII DPR RI dan Kemenperin Latih 240 Pelaku IKM

MI/LILIK DARMAWAN
Anggota DPR RI Sugeng Suparwoto saat berbicara dalam Pelatihan Pengembangan Wirausaha di Banyumas, Jawa Tengah

 


DIREKTORAT Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian
Perindustrian bersinergi dengan Komisi VII DPR memberikan pelatihan kepada 240 industri kecil dan menengah (IKM) dari Banyumas dan
Cilacap, Jawa Tengah. Pelatihan berlangsung sejak Selasa hingga Sabtu (23-27 November).

Kegiatan pelatihan terbagi jadi dua yakni untuk IKM Banyumas di Hotel
Jawa Heritage sebanyak 120 peserta dan 120 lainnya di Hotel Dafam,
Cilacap. Mereka mengikuti bimbingan teknis dan pelatihan untuk
penumbuhan wirausaha baru (WUB).

Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut, Kemenperin, Dini Hanggandari mengatakan pihaknya mengharapkan dengan adanya
pelatihan dan bimtek tersebut, akan meningkatkan kemampuan peserta dalam berwirausaha.

"emoga peserta dapat berkembang dengan sukses, dan dapat bermanfaat untuk semua pihak baik di Kabupaten Banyumas maupun Cilacap," tambahnya, pada penutupan acara.

Ada 6 kelompok komoditas di Cilacap dengan masing-masing 20 anggota. Enam komoditas yang menjadi fokus usaha adalah WUB IKM minuman tradisional, gula semut, batik, kerajinan sabut kelapa, servis AC dan perbaikan telepon seluler.

Sementara untuk Banyumas diikuti oleh IKM kopi, konveksi, limbah
plastik, bengkel roda dua dan bengkel las.

Sementara itu, Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto mengatakan bahwa bimbingan teknis untuk berbagai keterampilan sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

"Monggo terus kreatif. Sekarang mulailah berkegiatan yang sifatnya produktif. Keterampilan ini menjadi penting agar kita dapat menatap masa depan lebih baik," katanya.

Tetapi, lanjutnya, tidak cukup hanya dengan keterampilan, karena pelaku IKM juga butuh modal, sarana dan prasarana yang memadai termasuk pasar.

"Tidak cukup hanya dengan keterampilan. Perlu modal, maka perlu peralatan, maka juga perlu namanya off taker atau pasar,"  tambah anggota DPR dari Fraksi Nasdem tersebut.

Ia mengatakan bahwa, DPR RI dan Kemenperin tidak berhenti pada pelatihan dan bimtek semata. Mereka juga kan membantu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan IKM.

"Saya bersama Kementerian Perindustrian dan mitra IKM akan berpikir
ke arah sana. Kita harus punya keterampilan yang membuat kita dapat
produktif dalam bentuk industri kecil atau usaha kecil. Modalnya akan
disiapkan," janjinya. (N-2)

Baca Juga

AFP

Enam Warga Kota Bandung Positif Omikron

👤Naviandri 🕔Kamis 20 Januari 2022, 18:47 WIB
ENAM warga Kota Bandung, Jawa Barat dipastikan positif Covid-19 varian...
DOK MI

Mitigasi Bencana, Pemprov Kalsel Bangun Lumbung Sosial

👤Denny Susanto 🕔Kamis 20 Januari 2022, 18:38 WIB
SALAH satu upaya mitigasi bencana yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) adalah membangun sejumlah lumbung pangan...
AFP/Pau Barrena

Barcelona: Dembele akan Dijual di Bursa Transfer Januari

👤Widhoroso 🕔Kamis 20 Januari 2022, 18:30 WIB
SPEKULASI tentang masa depan Ousmane Dembele di Barcelona, berakhir sudah. Kamis (20/1) Direktur Barcelona, Mateu Alemany menyatakan pihak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya