Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian
Perindustrian bersinergi dengan Komisi VII DPR memberikan pelatihan kepada 240 industri kecil dan menengah (IKM) dari Banyumas dan
Cilacap, Jawa Tengah. Pelatihan berlangsung sejak Selasa hingga Sabtu (23-27 November).
Kegiatan pelatihan terbagi jadi dua yakni untuk IKM Banyumas di Hotel
Jawa Heritage sebanyak 120 peserta dan 120 lainnya di Hotel Dafam,
Cilacap. Mereka mengikuti bimbingan teknis dan pelatihan untuk
penumbuhan wirausaha baru (WUB).
Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut, Kemenperin, Dini Hanggandari mengatakan pihaknya mengharapkan dengan adanya
pelatihan dan bimtek tersebut, akan meningkatkan kemampuan peserta dalam berwirausaha.
"emoga peserta dapat berkembang dengan sukses, dan dapat bermanfaat untuk semua pihak baik di Kabupaten Banyumas maupun Cilacap," tambahnya, pada penutupan acara.
Ada 6 kelompok komoditas di Cilacap dengan masing-masing 20 anggota. Enam komoditas yang menjadi fokus usaha adalah WUB IKM minuman tradisional, gula semut, batik, kerajinan sabut kelapa, servis AC dan perbaikan telepon seluler.
Sementara untuk Banyumas diikuti oleh IKM kopi, konveksi, limbah
plastik, bengkel roda dua dan bengkel las.
Sementara itu, Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto mengatakan bahwa bimbingan teknis untuk berbagai keterampilan sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
"Monggo terus kreatif. Sekarang mulailah berkegiatan yang sifatnya produktif. Keterampilan ini menjadi penting agar kita dapat menatap masa depan lebih baik," katanya.
Tetapi, lanjutnya, tidak cukup hanya dengan keterampilan, karena pelaku IKM juga butuh modal, sarana dan prasarana yang memadai termasuk pasar.
"Tidak cukup hanya dengan keterampilan. Perlu modal, maka perlu peralatan, maka juga perlu namanya off taker atau pasar," tambah anggota DPR dari Fraksi Nasdem tersebut.
Ia mengatakan bahwa, DPR RI dan Kemenperin tidak berhenti pada pelatihan dan bimtek semata. Mereka juga kan membantu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan IKM.
"Saya bersama Kementerian Perindustrian dan mitra IKM akan berpikir
ke arah sana. Kita harus punya keterampilan yang membuat kita dapat
produktif dalam bentuk industri kecil atau usaha kecil. Modalnya akan
disiapkan," janjinya. (N-2)
Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menyampaikan dukungannya untuk memperkuat regulasi Badan Amil Zakat Nasional
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengingatkan adanya mantan pejabat yang diduga menjadi penumpang gelap dalam isu reformasi Polri.
Intimidasi tersebut merupakan bentuk nyata dari praktik pembungkaman terhadap daya kritis mahasiswa.
Insiden penembakan ini merenggut nyawa pilot dan kopilot, sementara 13 penumpang dilaporkan selamat.
ANGGOTA Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dewi Yustisiana, mendorong penyusunan roadmap nasional Logam Tanah Jarang (LTJ) yang terintegrasi.
Kebijakan penghapusan tunggakan iuran bagi peserta pekerja bukan penerima upah (PBPU) yang nonaktif dan terbukti tidak mampu berpotensi rumit bahkan membebani rakyat miskin.
Kemenperin kini dicopot setelah ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus dugaan penyimpangan ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Oil Mill Effluent atau POME
Melalui PractiWork, mahasiswa tidak hanya dinilai dari sisi akademik, tetapi juga mencakup kemampuan kognitif, psikomotorik, karakteristik kepribadian, hingga minat dan preferensi kerja.
Industri makanan dan minuman Indonesia tumbuh 6,4% pada Triwulan III 2025. Namun, konsumsi susu nasional masih rendah dan ketergantungan impor bahan baku jadi tantangan utama.
PENGUATAN pendidikan vokasi merupakan strategi utama dalam membangun industri nasional yang bernilai tambah tinggi, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
KEPALA Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Doddy Rahadi menyebutkan bahwa pendidikan vokasi menjadi tulang punggung industri.
KEPALA Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pendidikan vokasi industri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved