Jumat 26 November 2021, 16:45 WIB

Serapan APBD Jawa Barat di Atas Rerata Nasional

Bayu Anggoro | Nusantara
Serapan APBD Jawa Barat di Atas Rerata Nasional

ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
Pemprov Jawa Barat mendanai revitalisasi kawasan Situ Gede, Bogor menjadi destinasi wisata, konservasi dan pemberdayaan ekonomi.

 


PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat menyatakan serapan APBD 2021
hingga saat ini masih tergolong baik. Capaian itu berada di atas rata-rata nasional tingkat provinsi sebesar 65%.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah  (BPKAD) Jawa Barat Nanin Hayani Adam menyatakan hal itu di Bandung, Jumat (26/11).

Dia menjelaskan, hingga 19 November, serapan APBD Provinsi Jawa Barat
2021 secara keseluruhan mencapai 76,11% atau Rp39,3 triliun.

"Kami di atas rata-rata nasional, karena provinsi lain rata-rata 65%,"
ujarnya.

Dari capaian tersebut, dia mengakui paling tinggi adalah
serapan belanja wajib. Meski tidak merinci, menurutnya APBD yang paling besar terserap itu untuk biaya mengikat seperti biaya operasional sekolah (BOS), gaji pegawai, pembayaran listrik dan telepon kantor, hingga iuran BPJS untuk masyarakat penerima manfaat.

Disinggung serapan untuk belanja modal, dia mengakui masih rendah.
Rendahnya serapan itu karena pihak ketiga yang mengerjakan seperti konstruksi tidak meminta pembayaran di awal.

"Jadi bukan tidak ada proyek-proyek yang dikerjakan, karena biasanya untuk konstruksi, minta dibayarnya di akhir tahun," ujarnya.

Sementara itu, untuk anggaran terkait penanganan covid-19, menurut dia
serapannya baru mencapai 37,5% atau Rp242,9 miliar. Dia menilai ini
terjadi karena menurunnya angka penyebaran virus korona di Jawa Barat.

"Kalau covidnya meningkat, pasti serapannya meningkat," ujarnya.

Untuk penanganan covid-19, menurutnya, anggaran yang paling besar terserap adalah untuk insentif tenaga kesehatan yang mencapai 87,14% atau Rp35 miliar.

"Lalu untuk dukungan program vaksinasi sebesar 15,59%, penanganan dampak ekonomi 38,11%. Ada juga untuk program bantuan sosial yang sudah
tersalurkan 41,39%," ujarnya.

Pada sisi lain, dia  mengakui penerimaan pendapatan hingga semester II
2021 ini berkurang signifkan. Menurutnya Provinsi Jawa Barat kehilangan
potensi pendapatan hingga Rp5,6 triliun. "Target pendapatan tidak akan
tercapai," paparnya. (N-2)

 

Baca Juga

MI/Agus Utantoro

KONI Pusat Gandeng TWC Kembangkan Sport Tourism

👤Agus Utantoro 🕔Rabu 01 Desember 2021, 11:00 WIB
KONI Pusat dan PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko (TWC) menjalin kerjasama untuk mengembangkan wisata minat...
dok.mi

Kasus Positif Covid-19 di Klaten Nihil, 2 Pasien Sembuh

👤Djoko Sardjono 🕔Rabu 01 Desember 2021, 10:50 WIB
SATGAS Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (30/11), melaporkan situasi pandemi terkendali. Sementara tidak ada...
dok.mi

Preman Ngamuk Tak Bisa Temui Pujaan Hati Akhirnya Tewas Dikeroyok

👤Adi Kristiadi 🕔Rabu 01 Desember 2021, 09:25 WIB
SEORANG preman berinisial US, warga Barengkok, Desa Panyiaran, Kabupaten Tasikmalaya, tewas dikeroyok di kampung orang karena ngamuk tak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya