Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat menyatakan serapan APBD 2021
hingga saat ini masih tergolong baik. Capaian itu berada di atas rata-rata nasional tingkat provinsi sebesar 65%.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jawa Barat Nanin Hayani Adam menyatakan hal itu di Bandung, Jumat (26/11).
Dia menjelaskan, hingga 19 November, serapan APBD Provinsi Jawa Barat
2021 secara keseluruhan mencapai 76,11% atau Rp39,3 triliun.
"Kami di atas rata-rata nasional, karena provinsi lain rata-rata 65%,"
ujarnya.
Dari capaian tersebut, dia mengakui paling tinggi adalah
serapan belanja wajib. Meski tidak merinci, menurutnya APBD yang paling besar terserap itu untuk biaya mengikat seperti biaya operasional sekolah (BOS), gaji pegawai, pembayaran listrik dan telepon kantor, hingga iuran BPJS untuk masyarakat penerima manfaat.
Disinggung serapan untuk belanja modal, dia mengakui masih rendah.
Rendahnya serapan itu karena pihak ketiga yang mengerjakan seperti konstruksi tidak meminta pembayaran di awal.
"Jadi bukan tidak ada proyek-proyek yang dikerjakan, karena biasanya untuk konstruksi, minta dibayarnya di akhir tahun," ujarnya.
Sementara itu, untuk anggaran terkait penanganan covid-19, menurut dia
serapannya baru mencapai 37,5% atau Rp242,9 miliar. Dia menilai ini
terjadi karena menurunnya angka penyebaran virus korona di Jawa Barat.
"Kalau covidnya meningkat, pasti serapannya meningkat," ujarnya.
Untuk penanganan covid-19, menurutnya, anggaran yang paling besar terserap adalah untuk insentif tenaga kesehatan yang mencapai 87,14% atau Rp35 miliar.
"Lalu untuk dukungan program vaksinasi sebesar 15,59%, penanganan dampak ekonomi 38,11%. Ada juga untuk program bantuan sosial yang sudah
tersalurkan 41,39%," ujarnya.
Pada sisi lain, dia mengakui penerimaan pendapatan hingga semester II
2021 ini berkurang signifkan. Menurutnya Provinsi Jawa Barat kehilangan
potensi pendapatan hingga Rp5,6 triliun. "Target pendapatan tidak akan
tercapai," paparnya. (N-2)
Kementerian Pertanian menargetkan distribusi 4 juta dosis vaksin PMK secara nasional sepanjang 2026.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
DUA pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) di Desa Wanakerta, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, diamuk massa setelah ketahuan mencuri sepeda motor.
SATUAN Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya, Jawa Barat, berhasil menangkap pelaku berinisial W, warga Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
OTT ini terjadi pada Kamis, 5 Februari 2026, malam. KPK menyita ratusan juta atas penangkapan ini.
Hingga 30 September 2025, realisasi belanja Kementerian/Lembaga (K/L) baru 62,8% dari target. Bahkan, ada tiga K/L besar yang serapannya masih di bawah 50%
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menjanjikan penyerapan anggaran kementeriannya bisa mencapai 96% pada akhir tahun.
Serapan anggaran untuk belanja daerah oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di semester pertama 2025 baru sekitar 37%.
Peringatan keras ini disampaikan saat membuka kegiatan Laporan Realisasi Belanja Daerah dan Realisasi PAD Triwulan II Tahun 2025 di Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (13/8).
SERAPAN anggaran akhir tahun 2023 yang mencapai 100,2% dari alokasi Perpres 75/2023 dinilai tidak menjamin mampu meningkatkan kualitas anggaran. Indikatornya adalah pertumbuhan ekonomi
PEMERINTAH membantah menahan aktivitas belanja untuk mendapatkan angka defisit anggaran yang kecil. Pasalnya realisasi belanja negara justru melampaui alokasi dana APBN
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved