Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatra Utara melepasliarkan seekor burung elang di Cagar Alam Dolok Sipirok, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Satwa yang dilepasliarkan itu tergolong elang brontok (Spizaetus cirrhatus).
Plt Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatra Utara Irzal Azhar mengatakan, pihaknya telah melepasliarkan satu individu elang yang didapat dari penyerahan warga Padangsidimpuan. "Pelepasliaran sudah kami laksanakan pada Selasa 16 November 2021," ungkapnya, Minggu (21/11).
Pelepasliaran dilakukan petugas KSDA Wilayah III Padangsidimpuan di kawasan Cagar Alam (CA) Dolok Sipirok, tepatnya Desa Ramba Sihasur. Selain ditumbuhi berbagai flora khas Tapanuli seperti pohon jenis pinus, Antur mangan (Casuarina sumatrana), Sampinur bungan (Podocarpus imbricatus), dan Sampinur tali (Dacridius junghunii), CA Dolok Sipirok juga menjadi habitat banyak jenis satwa liar, termasuk yang dilindungi.
Satwa dilindungi itu seperti harimau loreng (Panthera tigris sumatraensis), kijang (Muntiacus muntjak), siamang (Hylobates tab), imbo (Hylobates sindactylus), enggang (Fuceros licornis), elang, dan punai. Pada lampiran PP Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, terdapat jenis hewan dan tumbuhan yang dilindungi. Jenis aves atau burung, semua jenis elang dari famili accipitridae dan famili falconidae, termasuk satwa yang dilindungi.
Elang merupakan satwa yang tergolong predator, sehingga jika langka atau punah akan berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem makhluk hidup di alam. Itu alasan elang termasuk satwa yang dilindungi.
Elang yang juga dikenal sebagai burung rajawali dan burung garuda itu menjadi pemangsa beberapa jenis satwa lain mulai dari reptil, burung, hingga mamalia kecil. Elang Brontok yang dilepasliarkan di CA Dolok Sipirok, kata Irzal, sebelumnya diserahkan warga Sigulang, Kelurahan Pijor Koling, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.
Baca juga: Aparat Gagalkan Perdagangan 5 Kg Sisik Trenggiling Di Tarutung
Warga itu melapor kepada petugas Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan mengenai keberadaan satwa dilindungi tersebut pada Rabu (3/11). Warga tersebut mengaku mendapatkannya setelah elang itu masuk ke dalam kandang ayam miliknya. Mengetahui bahwa satwa ini jenis yang dilindungi, ia memutuskan menghubungi instansi terkait untuk menyerahkannya. Setelah petugas konservasi memeriksanya, kondisi satwa diyakini dalam keadaan sehat sehingga layak untuk segera dilepasliarkan. (OL-14)
Negara Inggris memiliki jaringan Cagar Langit nasional yang dilindungi. Cagar alam langit hadir sebagai solusi untuk melestarikan keindahan langit malam
PARA pegiat konservasi meningkatkan kewaspadaan pada hari Selasa ketika Afrika Selatan melaporkan peningkatan tajam perburuan badak, dengan hampir 500 hewan dibunuh tahun lalu.
Tahun ini jumlah geopark di Bangka Belitung dikatakan akan kembali bertambah 7 menjadi total 24 geopark.
Berang-berang laut memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga ekosistem di sekitarnya.
KLHK menetapkan YM, 42, sebagai tersangka perusakan Cagar Alam Panua di Gorontalo.
YM, 42, menjadi tersangka kasus pengolahan kayu dan penambangan emas ilegal yang mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan kawasan Cagar Alam Panua di Provinsi Gorontalo.
Menurut Simply Birding, habitat utama Nyctyornis amictus meliputi hutan tropis primer dan sekunder di Thailand, Semenanjung Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan.
Burung beo malam (night parrot), salah satu burung paling misterius di dunia, kembali mengejutkan para ilmuwan.
Burung yang paling sering terlihat di punggung badak Afrika adalah oxpecker. Burung ini menghabiskan sebagian besar waktunya di tubuh hewan besar untuk mencari makan.
Burung purba memiliki keunggulan dalam pola makan. Paruh tanpa gigi memungkinkan mereka memakan biji-bijian dan sumber makanan sederhana yang masih tersedia.
Hasil penelitian ini tampaknya mendukung teori yang diajukan pada tahun 1970-an, yaitu bahwa burung liar mungkin mengalami kesalahan navigasi sederhana.
Salah satu hal yang menarik adalah burung wiwik kelabu jarang terlihat, tetapi suaranya sering terdengar. Akibatnya, suaranya kerap dianggap tanda kematian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved