Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI Covid-19 telah menghantam seluruh aspek kehidupan, termasuk sektor pendidikan. UNICEF mencatat angka putus sekolah meningkat drastis disebabkan oleh pandemi Covid-19. Karena kondisi ekonomi yang terus melemah, banyak anak didik tidak bisa melanjutkan sekolah atau mengikuti pembelajaran jarak jauh yang ternyata menambah pengeluaran keluarga. Kondisi ini bukan hanya terjadi di tingkat sekolah dasar saja, hal serupa juga di alami di perguruan tinggi.
"Banyak mahasiswa yang meminta keringanan pembayaran biaya kuliah karena ekonomi keluarganya yang terdampak pandemi. Belum lagi, karena perkuliahan dilakukan secara daring, ada juga mahasiswa yang tidak punya komputer atau laptop sehingga ia tidak bisa mengikuti proses pembelajaran dengan baik,” ungkap Doddi Yudianto, Ph.D, Dekan Fakultas Teknik Universitas Parahyangan Bandung dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/11).
Memperhatikan kondisi ini, Ikatan Alumni Teknik Sipil Universitas Parahyangan (IATS-Unpar) merasa terpanggil untuk membantu khususnya para mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Unpar yang memang secara ekonomi terdampak pandemi Covid-19.
"Kami concern atas kondisi yang terjadi, berharap agar kesulitan pada saat menempuh pendidikan ini dapat diatasi, sehingga kelak dunia kerja akan tetap memperoleh sarjana teknik yang mumpuni. Hal ini sangat penting bagi negara yang sedang mengembangkan infrastrukturnya. Oleh karenanya, IATS UNPAR menyelenggarakan IATS Charity untuk membantu mereka," kata Darwin Tisna Djajawinata selaku Ketua Umum IATS-Unpar.
IATS Charity merupakan program kegiatan yang diinisiasi oleh IATS-Unpar dalam rangka menggalang bantuan dana studi bagi para mahasiswa yang benar-benar membutuhkan. Kegiatan amal ini memadukan aktivitas olahraga dan penggalangan dana. Total peserta yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini berjumlah 348 orang yang terbagi dalam 87 tim. Para peserta ini melakukan aktivitas berjalan, berlari, dan bersepeda untuk menggantikan nilai donasi yang disetarakan dengan jarak tempuh aktivitas tersebut.
Melalui kegiatan yang diselenggarakan selama satu bulan penuh mulai 17 Oktober sampai 16 November 2021, IATS-Unpar berhasil memperoleh bantuan dana sebesar Rp910.159.000.
"Kami berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp910 juta. Dana ini berasal dari ratusan donatur dan 7 sponsor. Jadi, inti acara ini sebenarnya bukan hanya berdonasi tapi kami ingin semua anggota IATS-Unpar bisa menjaga kesehatan dengan rutin bergerak dan menjalin silaturahmi dengan sesama alumni," kata Mintajo Darmali, Ketua Pelaksana IATS Charity 2021.
Dana yang diperoleh melalui kegiatan IATS Charity ini akan disalurkan ke mahasiswa melalui Fakultas Teknik. Tentunya dengan seleksi ketat agar dana yang dialokasikan ini benar-benar sampai ke pihak yang berhak. "Saat ini, kita masih mencari mahasiswa yang benar-benar harus segera dibantu," lanjut kata Doddi.
Kegiatan alumni ini adalah kali kedua. Tahun lalu, IATS UNPAR membantu sekolah-sekolah di sekitar UNPAR untuk bisa melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh dengan memberikan bantuan berupa alat-alat pembelajaran.
Karena sudah kali kedua pelaksanaan, gaung IATS Charity sudah semakin terdengar dan semakin banyak alumni yang ingin terlibat di dalam kegiatan.
Meski dilakukan secara mandiri karena masih masa pandemi, ketika memungkinkan alumni berkumpul untuk melakukan aktivitas bersama dengan protokol kesehatan ketat.
"Acara ini luar biasa seru sebab kita jadi terhubung dengan alumni Teknik Sipil UNPAR yang tersebar di seluruh dunia. Ada yang melakukan kegiatannya di Eropa, di Amerika, di Australia, dan yang di Indonesia pun tersebar dari Sabang sampai Merauke. Semua menjadi kompak karena kami berkomunikasi dengan para donatur dan seluruh anggota tim. Koneksi yang terputus karena sudah lulus kuliah, kembali terhubung. Jadi, kita tidak hanya sekadar melaksanakan kegiatan tetapi mempererat silaturahmi sebagai sesama alumni," ungkap Olga Lydia, aktris Indonesia yang kebetulan salah satu alumni di kegiatan ini.
Karena termotivasi teman-teman, Lydia sampai berusaha keras meluangkan waktu untuk bisa menyelesaikan kegiatan dengan sebaik-baiknya. "Selalu ada dorongan untuk olahraga. Kalau sedang tidak bisa keluar rumah, saya menyempatkan diri berlari di treadmill," kata Olga Lydia.
baca juga: UK Petra Gandeng PT SPIL Dirikan Laboratorium Logistik
Lydia mengaku ia juga jadi kembali terhubung dengan teman-teman angkatannya, juga banyak mengenal para senior dan adik kelas alumni yang sebelumnya ia tidak kenal.
"Rasanya semakin akrab karena kami merasa punya tujuan yang sama yaitu membantu adik-adik mahasiswa agar bisa lancar kuliahnya hingga selesai dan berharap agar kelak mereka bisa menjadi tulang punggung yang membangun infrastruktur Indonesia," harap Olga Lydia.
Sejumlah sponsor yang mendukung PT Sarana Multi Infrastruktur, Bank Jabar Banten, Wika BETON, Tower Bersama Group, Adhimix RMC, PT PAMA Persada, dan Bank BTN. Seluruh peserta di acara ini juga dilindungi oleh Asuransi Wahana Tata. (N-1)
Alumni Gontor 2006 menjalankan program Minhat Yatama, yaitu pengumpulan donasi rutin setiap bulan untuk membantu anak-anak yatim dari keluarga teman satu angkatan.
Pembentukan IKA FT UEU mempererat silaturahmi alumni lintas angkatan, membangun jaringan profesional, serta berkontribusi pada pengembangan Fakultas Teknik dan Universitas Esa Unggul.
Penghargaan tersebut, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi para alumni dan masyarakat luas.
MENTERI Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dianugerahi Nanyang Distinguished Alumni Award 2025.
Kemampuan mendengarkan merupakan tantangan terberat yang harus dihadapi seorang pemimpin, terutama dalam proses komunikasi yang efektif.
Alumni Inggris memiliki kapasitas yang dapat berkontribusi signifikan bagi riset strategis dan program pembangunan nasional.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Studi Nature Communications ungkap pandemi Covid-19 mempercepat penuaan otak rata-rata 5,5 bulan, meski tanpa infeksi. Siapa yang paling terdampak?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved