Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 37.944 tas ketak dari Nusa Tenggara Barat diekspor ke Arab Saudi menggunakan kontainer internasional. Komoditas itu dikirim dari pelabuhan Lembar ke Surabaya kemudian langsung ke kota Riyadh, Arab Saudi.
"Ekspor adalah kunci untuk meningkatkan nilai jual produk-produk para
UMKM kita. Peluang pertumbuhan ekonomi akan semakin besar kalau
kegiatan ekspor kita tinggi," kata Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat
melepas Ekspor Kerajinan Tas Ketak ke Arab Saudi di Gedung
Science Tehnology, dan Industrial Park (STIPark) NTB, Selasa (16/11).
Gubernur menjelaskan, produk-produk lokal NTB tidak akan pernah
meningkat penjualannya tanpa diekspor ke berbagai negara. Sebab,
kegiatan ekspor akan membutuhkan ribuan produk hingga ratusan ribu
produk yang akan dikirim ke berbagai negara. Karena itu, pelaku UMKM akan bergairah berproduksi kalau sudah ada kepastian pasar yang
bagus.
Menurut Zul sapaan akrab Zulkieflimansyah, keberhasilan mengekspor
kerajinan tas Ketak ini dapat menjadi pemicu bagi produk kerajinan
lainnya untuk diekspor ke berbagai negara lainnya. Ekspor juga sebagai bukti bahwa NTB bukan hanya mampu memproduksi kerajinan tas tapi juga mampu menciptakan mesin-mesin canggih yang bisa bersaing dengan negara maju lainnya.
"Mudah-mudahan ekspor kita meningkat. Semoga ke depan, bukan hanya tas
tapi kita juga bisa mengekspor sepeda listrik dan mesin-mesin kita,"
harap Bang Zul.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Fathurrahman mengatakan, kerajinan tas Ketak yang akan diekspor ke Arab Saudi merupakan produk lokal yang melibatkan sekitar 700 pengrajin asal Lombok Tengah dan Lombok Barat.
"Proses pemenuhan pemesanan kerajinan tas Ketak ini merupakan perjalanan panjang yang dimulai sejak Mei 2021. Alhamdulillah ekspornya bisa terealisasi hari ini," ungkapnya.
Seperti diketahui, kerajinan tas ketak merupakan kerajinan memanfaatkan
tanaman ketak sebagai bahan baku utamanya dan dikombinasikan dengan rotan. Tanaman itu adalah sejenis rumput liar yang merusak tanaman lainnya. Dia biasanya menjulur ke pohon-pohon.
kini rumput ini sangat berharga, karena menjadi bahan utama kerajinan anyaman. Dari rumput ketak, terlahir aneka kerajinan bernilai
tinggi seperti tas, berbagai peralatan rumah tangga seperti alas piring, alas gelas, maupun tempat aksesoris.
Dalam acara pelepasan ekspor kerajinan tas Ketak juga dihadiri Ketua
Dekranasda NTB Hj Niken Saptarini Widyawati, Kepala BI Perwakilan NTB,
Heru Saptaji, Komisari PT Central Logistik Lintas Timur, Kepala Dinas
Perindustrian NTB serta pemangku kepentingan lainnya. (N-2)
Sirkulasi angin dari sistem tekanan rendah tersebut, menurutnya, masih cukup kuat untuk memicu hembusan angin kencang di wilayah NTB, meski tidak sebesar dampak Bibit Siklon Tropis 97S
Berikut prakiraan cuaca Senin 12 Januari 2026 untuk kota-kota besar di Indonesia dikutip dari BMKG
Pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu di provinsi kepulauan
Kabupaten Sumbawa tercatat mengalami 764.994 kali sambaran petir atau setara 72,77% dari total sambaran petir yang terjadi selama periode awal Januari hingga Desember.
Iqbal menilai saat ini merupakan momentum terbaik untuk membangun dari desa.
Isi nota kesepahaman tersebut antara lain peningkatan kecakapan literasi, pemartabatan Bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan penginternasionalan Bahasa Indonesia.
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
Kementrans merencanakan untuk membuat program hilirisasi melalui industri yang melibatkan masyarakat transmigrasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Nilai ekspor non-migas Jawa Barat pada periode Januari hingga Oktober 2025 telah menyentuh angka USD 32,01 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved