Rabu 13 Oktober 2021, 18:10 WIB

Permohonan Pembuatan KTP Elektronik Di Kota Sukabumi Meningkat

Benny Bastiandy | Nusantara
Permohonan Pembuatan KTP Elektronik Di Kota Sukabumi Meningkat

ANTARA
Ilustrasi KTP

 

PERMOHONAN pembuatan administrasi kependudukan, terutama KTP elektronik dan Kartu Keluarga ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sukabumi, Jawa Barat, cenderung meningkat akhir-akhir ini. Kondisi tersebut tak terlepas persyaratan vaksinasi covid-19 bagi warga yang harus menyertakan KTP elektronik ataupun Kartu Keluarga.

Kepala Disdukcapil Kota Sukabumi, Kardina Karsoedi, mengaku sangat diuntungkan dengan persyaratan KTP elektronik dan Kartu Keluarga yang harus dibawa warga saat mendaftarkan diri mendapatkan vaksin covid-19. Sebab, dengan kondisi itu masyarakat sadar mengurusi administrasi kependudukan mereka.

"Syarat divaksin itu kan warga harus punya NIK (nomor induk kependudukan). Secara otomatis, warga yang belum punya akhirnya memohon mengajukan pembuatan KTP elektronik maupun KK," kata Kardina, Rabu (13/10).

Peningkatan permohonan pembuatan KTP elektronik sebetulnya sudah mulai terpantau sejak Januari 2021 atau saat kali pertama mulai dilaksanakannya vaksinasi. Peningkatan permohonan pembuatan adminduk juga tak terlepas upaya sosialisasi kepada masyarakat.

"Alhamdulillah, sampai saat ini cakupan layanan perekaman KTP elektronik di Kota Sukabumi sudah mencapai kisaran 99,50%," jelas mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Sukabumi ini.

Bersamaan vaksinasi covid-19, kata Kardina, Disdukcapil memang punya target menggencarkan perekaman KTP elektronik pada tahun ini. Karena itu, program tersebut akhirnya sinergis dengan vaksinasi covid-19 yang mengharuskan warga memiliki KTP elektronik.

"Layanan adminduk pun sudah dilakukan secara online sejak sebelum ada covid-19. Layanan online ini tentu pas dengan kondisi pandemi sekarang yang melarang adanya kerumunan," ungkapnya.

Sebelum terjadi pandemi covid-19, layanan online adminduk di Kota Sukabumi kurang begitu diminati. Masyarakat lebih memilih datang langsung mengurusinya dengan alasan ingin cepat.

"Biasanya yang mengajukan permohonan itu rata-rata mencapai 500-700 orang per hari. Sekarang di saat pandemi, ternyata masyarakat lebih menyukai layanan secara online. Mereka tidak perlu capek. Terlebih menghindari kerumunan saat pandemi seperti sekarang," ungkapnya.

Kardina memastikan stok blangko KTP elektronik aman dan tersedia. Masyarakat diimbau tak perlu khawatir karena mereka akan mendapatkan fisik KTP elektronik.

"Sekarang kita juga sedang menggencarkan KIA (Kartu Identitas Anak). Capaiannya sekarang sekitar 45% atau melebihi dari target nasional sebesar 30%. Kita lakukan dari sekarang karena siapa tahu nanti KIA digunakan syarat masuk sekolah," pungkasnya. (OL-15)

Baca Juga

Medcom

Polisi Masih Berupaya Identifikasi Sejoli yang Tewas di Rumah Kontrakan di Tasikmalaya

👤Kristiadi 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 11:52 WIB
"Kami masih melakukan penyeldikan terhadap dua mayat yang berada di dalam kamar di atas ranjang dan rencananya akan...
Medcom

Heboh, Warga Tasikmalaya Temukan Dua Mayat di Kamar Kontrakan

👤Kristiadi 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 11:02 WIB
Pasangan itu berada di dalam kontrakan ditemukan bersimbah darah dan menemukan untuk perempuan berada di tangan kiri tapi laki-laki ada...
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Kejar Target, Vaksinasi Covid-19 Massal di Bogor Bagikan Doorprize

👤Dede Susianti 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 10:50 WIB
Polres Bogor melaksanakan vaksinasi massal dengan cara berbeda yakni memberikan hadiah (doorprize) kepada para...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya