Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIVITAS Gunung berapi Ile Lewotolok, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meningkat belakangan ini, menyebabkan terganggunya penerbangan rute Kupang-Lewoleba. Selasa (5/10), pesawat Wings Air rute Kupang-Lewoleba, terpaksa putar balik ke bandara El Tari Kupang.
Keputusan putar balik tersebut diambil karena jalur pendaratan tertutup debu vulkanik akibat erupsi Gunung Ile Lewotolok. "Alasannya, di jalur pendaratan menuju bandara, menurut pilot terdapat abu vulkanik dengan melihat bekas letupan, sehingga memutuskan untuk kembali ke Kupang," ujar Saiful, Kepala Bandara Wunopito, Lewoleba, Lembata.
"Kami masih menunggu keputusan dari Kupang mengenai pemberangkatan selanjutnya. Untuk hari ini sudah diputuskan penerbangannya di tunda," imbuh Saiful.
Disebutkan, kondisi di bandara saat ini tidak ada debu, seperti halnya di Kabupaten Lembata juga tidak ada debu vulkanik. "Kalau lihat mata sih kondisi seperti kemarin kemarin, tapi dari kacamata pilot mungkin beda," ujar Saiful seraya engatakan pihaknya masih menanti kepastian pelayanan kembali pesawat Wings Air menuju Lembata.
Sementara itu, Stanislaus Arakian, Kepala Pos Pengamatan Gunung Ileewotolok, dalam laporan kondisi Gunung Api Ile Lewotolok, hari ini menjelaskan, pada periode pengamatan visual pukul 06.00 hingga pukul 12.00 WITA, asap kawah teramati kelabu dengan intensitas sedang, hingga tebal dengan tinggi 100 m sampai 800 m diatas puncak kawah.
Terdengar pula gemuruh lemah hingga sedang. Warga dihimbau tetap waspada, sedangkan status gunung Ile Lewotolok hingga saat ini, berada di level III atau siaga. (OL-15)
Asap kawah terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dan ketinggian sekitar 10 hingga 100 meter dari puncak.
Meski pengetahuan tinggi, sikap menghindari orang yang hidup dengan HIV (ODHIV) juga sangat tinggi.
Petugas Pos Pengamat Gunung Lewotolok, Syawaludin, mengatakan gunung dengan ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut itu masih berada pada status Siaga atau Level III.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita.
Aktivitas erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 36,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Petugas Pos Pengamat Gunung Lewotolok, Syawaludin, mengatakan gunung dengan ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut itu masih berada pada status Siaga atau Level III.
Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita.
MATERIAL vulkanis yang terus-menerus keluar dari Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Wunopito, Kota Lewoleba.
Letusan Gunung Ile Lewotolok mengakibatkan pesawat Wings Air IW1995 rute Kupang-Lewoleba menunda penerbangan.
Gunung Ili Lewotolok di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali erupsi pada Kamis (19/6).
Material vulkanik berupa batu dan pasir terus menghujani desa-desa yang berada di sekitar Gunung Ile Lewotolok seiring meningkatnya intensitas erupsi gunung berapi tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved