Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Geologi, Muhammad Wafid mengeluarkan peringatan kepada warga yang menghuni kawasan Lereng Gunung Ile Lewotolok, di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, untuk mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas dari bagian timur, selatan dan tenggara puncak. Peringatan potensi ancaman bahaya itu disampaikan menyusul meningkatnya aktivitas erupsi gunung Ile Lewotolok dalam periode periode 23-30 Mei 2025 hingga pukul 18.00 WITA.
Dalam Laporan Khusus Nomor: 13 /LK. 05 /BGL/2025 tentang Peningkatan Aktivitas Erupsi yang diterima Media Indonesia, Sabtu (31/5), potensi ancaman terjadi dengan tanda berupa semakin tingginya kolom erupsi. Berdasarkan hasil pantauan visual dari Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok, kolom erupsi mencapai tinggi 1.000 meter dari atas puncak, dengan kolom berwarna putih, kelabu hingga hitam, disertai suara gemuruh.
Saat ini tingkat aktivitas Gunung api Ile Lewotolok yang terletak di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, masih berada pada Level II atau Waspada.
Selama periode 23-30 Mei 2025 hingga pukul 18.00 WITA, terekam 817 kali gempa erupsi, 3 kali gempa guguran, 1.480 kali gempa embusan, 32 kali harmonik, 4 kali tremor nonharmonik, 11 kali gempa vulkanik dalam, 11 kali gempa tektonik lokal, dan 14 kali gempa tektonik jauh.
"Untuk itu direkomendasikan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan untuk tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius dua kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok. Masyarakat Desa Lamatokan dan Desa Jontona harus selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas dari bagian timur puncak/kawah G. Ile Lewotolok," ungkap Wafid.
Warga juga tidak diperkenankan memasuki dan tidak melakukan aktivitas dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km dari pusat aktivitas gunung serta mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas dari bagian selatan dan tenggara puncak/kawah.
Warga direkomendasikan menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik, Selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.
Meski aktivitas erupsi meningkat, namun warga setempat tetap beraktivitas seperti biasa. Warga setempat mengaku hujan pasir senantiasa turun ke pemukiman sesaat setelah erupsi terjadi. (E-3)
Aktivitas erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 36,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Masyarakat Aceh, terutama yang berada di dua gampong yaitu Rembune dan Pantan Pediangan, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, harus mengungsi.
Gunung berapi Kilauea di Hawaii kembali menunjukkan peningkatan aktivitas. Aliran lava terlihat mengalir sejak akhir pekan.
Gunung Sakurajima dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Jepang.
“Pada tanggal 19 September 2025 terjadi peningkatan jumlah gempa low frequency yang diikuti dengan kejadian erupsi dengan tinggi kolom erupsi berkisar antara 500-1.000 meter"
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat, pendaki, maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif, Kawah Verbeek.
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Pada Jumat (2/1) pagi, awan panas guguran terpantau meluncur sejauh 1.500 meter
GUNUNG Semeru di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, kembali erupsi pada Selasa (15/4) pukul 09.18 WIB. Aktivitas gunung ini terus meningkat sejak awal bulan ini.
BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta merilis, selama sepekan dari hari Jumat (27/9) hingga Kamis (3/10).
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menginformasikan telah terjadi Awan panas dengan jarak luncur 1,1 kilometer, Rabu (18/9) pagi.
Awan panas meluncur dari puncak Gunung Merapi, Rabu (4/9) pagi. Masyarakat pun diimbau untuk menjauhi daerah bahaya
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved