Sabtu 02 Oktober 2021, 16:21 WIB

Petani Di Lembata Wacanakan Ganti Varietas Padi

Alexander P Taum | Nusantara
Petani Di Lembata Wacanakan Ganti Varietas Padi

MI/Alexander P Taum
Petani di Lembata NTT berencana ganti varietas padi.

 

PANEN padi di Waikomo, Lewoleba Barat, Kecamatan Nubatukan, Lembata, Nusa Tenggara Timur, terus menurun dalam tiga tahun belakangan. Hal ini membuat petani setempat berencana mengganti varietas padi yang bisa menghasilkan panen lebih besar.

"Tahun lalu, dari 38 hektare lahan sawah di Waikomo mampu menghasilkan 8,6 ton. Namun pada musim panen kedua, hanya 5,6 ton," ungkap Lorensius Lasar, Penyuluh Pertanian (PPL) Kelurahan Lewoleba Barat, Sabtu (2/10).

Menurut Lorensius, penurunan produksi ini disebabkan belum adanya pergantian varietas padi dalam tiga tahun belakangan. "Selama tiga tahun ini, petani masih gunakan padi verietas Ciherang dan belum pernah diganti," ujar Lorensius.

Selain itu, ia menyebut, serangan hama yang masif pada tiga vase pertumbuhan tanaman padi, menyebabkan kerusakan padi tidak dapat tertolong. "Serangan hama di Waikomo, dimulai sejak masa vegetatif. Pada masa ini, hama ulat penggerek akar batang dan daun sudah menyerang tanaman padi," jelasnya.

Ditambahkan, serangan kedua terjadi pada vase generatif. Padi diserang lagi oleh hama putih palsu dan penggerak batang. Sedangkan saat menjelang panen, padi diserang hama wereng coklat.

"Ini yang menyebabkan produksi Padi turun. Kita sudah melakukan diskusiuntuk ambil solusi," ujar Lorensius.

Menurut Lorensisus, untuk meningkatkan hasil pane, petani harus melakukan beberapa hal seperti mengganti varietas padi, melakukan gerakan tanam serentak, dan pengendalian hama serentak.

"Kami sudah sepakati cara mengendalikan hama. Mulai musim tanam dua  menuju ketiga tahun ini, perlu dilakukan bero atau istirahat tanam selama 1 sampai dengan 3 bulan. Dalam masa bero, lahan ditanami palawija serta sayur," ujar Lorensius.

Sedangkan untuk tentang pergantian varietas padi, penyuluh bersama para petani setempat mencari varietas swadaya ke daerah lain. "Kita sedang upaya kontak petani di Magepanda, Ende untuk dapatkan bibit padi varietas lai," ujar Lorensius. (OL-15)

 

Baca Juga

Dok. Agriensia Raya

Oleh-Oleh Kekinian Asli Medan Ini Buka Gerai Kedua, Beri Kejutan Bagi Penumpang Pesawat

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 23:08 WIB
Bolu Stim Menara merupakan makanan kekinian asli Medan yang mampu menjadikan bahan baku asli Medan seperti pandan, markisa, srikaya, jeruk...
DOK Telkomsel.

Kartu Telekomunikasi yang Dipakai Surfer WSL di Banyuwangi

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 22:20 WIB
Lokasi WSL tepat berada di kelengkungan bumi sehingga tim network memasang dua combat yakni Plengkung dan...
MI/Benny Bastiandy

Pemandian Air Panas Alami di Pasar Cipanas Jadi Daya Tarik Wisata

👤Benny Bastiandy 🕔Jumat 27 Mei 2022, 22:06 WIB
PASAR Cipanas Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memiliki potensi sumber air panas alami. Saat ini potensinya sudah ditata sedemikian rupa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya