Selasa 28 September 2021, 23:20 WIB

Jawa Barat Usulkan Hari Anak Yatim Nasional

Bayu Anggoro | Nusantara
Jawa Barat Usulkan Hari Anak Yatim Nasional

MI/KRISTIADI
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum

 


PANDEMI Covid-19 menjadi momentum tepat bagi Indonesia untuk
memberikan perhatian khusus bagi anak yatim, salah satunya dengan
menetapkan hari anak yatim nasional.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat memberikan sumbangan sebagai bentuk perhatian bagi anak yatim, di Bandung, Selasa (28/9).

"Berdasarkan Data Kementerian Sosial RI, ada sekitar 4 juta
anak yatim piatu di Indonesia, 20.000 di antaranya orang tuanya
meninggal karena covid-19. Jumlahnya akan semakin bertambah karena
pandemi belum usai," ujarnya.

Oleh karena itu, Uu menyatakan, pihaknya tengah mendorong pemerintah pusat membuat hari nasional 'Hari Anak Yatim'.

"Kenapa tidak? Sebagai bentuk penghargaan kepada mereka ada hari anak yatim yang nanti dijadikan hari nasional. Ini momentum negara peduli. Ada legalitas ingin dilahirkan keputusan itu," tambahnya.

Uu mengatakan usulan ini telah mendapat dukungan banyak pihak mulai
dari berbagai komunitas masyarakat, organisasi dan filantropis individu, serta kalangan ulama. Khusus dalam tradisi Islam 10 Muharram diyakini sebagai hari spesial bagi anak yatim piatu atau lebarannya anak yatim, yang bisa jadi inspirasi tambahan.

"Proses ini sudah berjalan dari tahun kemarin. Alhamdulillah banyak
dukungan dari berbagai lembaga. Tanda tangan dan surat dukungan dengan
kop organsiasi lembaga termasuk ponpes mengalir terus. Pak Gubernur
Ridwan Kamil memberikan dorongan untuk ikut mendorong Hari Anak Yatim,"
tuturnya.

Menurut Uu, anak yatim piatu yang kekurangan pada dasarnya bisa
digolongkan fakir miskin dan anak terlantar yang harus dipelihara negara sesuai amanat Pasal 34 UUD 45. Bantuan bagi anak yatim piatu yang ditinggal orang tuanya karena COVID-19, bisa lebih pasti dan transparan jika ada landasan hukumnya.

"Kalau sudah jadi hari besar bisa dimasukkan Peringatan Hari Besar
Nasional. Jadi bisa membuat kode rekening, nomenklatur untuk memberikan
bantuan langsung kepada anak yatim," tandas mantan Bupati Tasikmalaya, itu. (N-2)

Baca Juga

Ist

Kunjungan Sandiaga Diharapkan Pulihkan Ekonomi Desa Wisata Kaki Langit

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 10:23 WIB
Dengan kunjungan Mas Menteri, Supimarni berharap Desa Wisata Kaki Langit kembali dibuka dan perekonomian desanya kembali pulih dan...
MI/Djoko Szardjono

Kasus Positif Covid-19 di Klaten Bertambah 6 Orang

👤Djoko Sardjono 🕔Senin 18 Oktober 2021, 09:50 WIB
KASUS covid-19 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah,  Minggu (17/10), dilaporkan ada penambahan 6 kasus terkonfirmasi positif dan 2 pasien...
 MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBE

Covid Mereda, Pemda Minta Bandara Lasikin Kembali Dioperasionalkan

👤Amiruddin AR 🕔Senin 18 Oktober 2021, 09:35 WIB
Covid Mereda, Pemda Minta Bandara Lasikin Kembali...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya