Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung meminta agar apotek yang ada di Kota Bandung menyediakan ruang bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memamerkan produk. Ini bisa menjadi kolaborasi dan wujud kepedulian membangkitkan ekonomi di masa pandemi covid-19.
"Apotek bisa menjadi ruang display bagi pengusaha UMKM dan kami dorong UMKM yang terdampak covid-19 terus berinovasi dan berkreasi, ini bisa menjadi suatu hal yang saling menguntungkan antara pemilik apotek dengan pelaku UMKM," kata Wakil Wali Kota Bandung Yana Muyana di Bandung, Senin (27/9).
Dengan adanya kolaborasi tersebut, para pelaku UMKM bisa kembali menjalankan usahanya di tengah pandemi covid-19. Pemkot hadir memberikan dukungan dan stimulus, memperkenalkan produk lewat pemasaran dan lain-lain.
Jika para pelaku UMKM terus tumbuh, maka roda ekonomi di Kota Bandung berkembang, pemerintah pun akan terus memberikan stimulus kepada para pelaku UMKM di antaranya memberikan sejumlah kemudahan kepada para pelaku usaha. Salah satunya terkait sertifikasi halal yang diberikan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung.
"Selain itu, kemudahan juga diberikan untuk mengurus Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dari Dinas Kesehatan dan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar)," ungkapnya.
Baca juga: Tujuh UMKM Peserta Export Coaching Program Sukses Ekspor ke Mancanegara
Disbudpar gratis memberikan HAKI, Disdagin memberikan sertifikasi halal juga uji mutunya. Sementara Dinkes ada PIRT dan Dinas UMKM memberikan pendampingan, akses, modal dan lain-lain, Oleh karenanya, Yana meminta para pelaku UMKM tidak perlu khawatir tentang usaha, hal yang perlu dilakukan yaitu memiliki inovasi yang baik.
"Tingkatkan kreativitasnya kita akan kasih pendamping seperti UMKM kuliner, diajari soal packaging, pemasaran soal harga dan sebagainya. Tak hanya itu, di Kota Bandung pun ada "business matching". Para pelaku UMKM akan dipertemukan dengan pembeli dari luar negeri," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kota Bandung Yena Iskandar menyatakan siap untuk mendorong anggotanya menyediakan tempat untuk pelaku UMKM memaperkan produknya. Baginya, hal itu menjadi salah satu tanggung jawab dan kepedulian apoteker terhadap pemulihan ekonomi, termasuk UMKM.
"Melalui sinergitas ini, rekan rekan UMKM bisa semakin maju usahanya. Kami harap juga produk UMKM bisa dijual di seluruh gerai apotek wilayah Kota Bandung, sehingga memudahkan pelaku UMKM untuk memasarkan produk," ucapnya.
Menurutnya, pandemi telah berdampak ke berbagai sektor. Mulai ekonomi, kesehatan, juga pendidikan. Oleh karena itu semua harus bahu membahu dalam upaya percepatan pemulihan kondisi ini.
"Apoteker ini ada di berbagai bidang usaha, mulai produksi, distribusi dan pelayanan kita harap kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk dengan UMKM bisa berjalan baik," tukasnya.(OL-5)
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Utama Bank BPD Bali I.
Pemerintah menegaskan terus mendorong pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai instrumen utama meningkatkan daya saing UMKM.
Kemenko PM kembali menggelar Festival Jejak Jajanan Nusantara 2026 pada 6–8 Maret di GBK Senayan, Jakarta.
mendukung gagasan agar Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) dikembangkan dan dikuatkan untuk menghidupkan perekonomian rakyat yang riil.
Konsisten memperkuat pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan kinerja positif melalui pertumbuhan kredit yang solid.
PULUHAN pelaku usaha kecil mengikuti pelatihan pembuatan produk inovatif dalam Program Desa EMAS (Ekonomi Maju & Sejahtera) 2026 di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
FIB mengajukan usulan formal kepada BPS menciptakan kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru bagi apotek sebagai fasilitas pelayanan kesehatan profesional.
Delapan dari sepuluh masyarakat Indonesia mempercayai apoteker untuk saran pengelolaan nyeri.
Pelaku kriminal melakukan aksinya kerap dipengaruhi minuman keras atau obat-obatan.
Bagi IAI, yang menjadi fokus perhatian kami adalah bagaimana Apotek Desa/Kelurahan ini nanti benar-benar dapat berjalan dengan baik.
Ekspansi ini diharapkan akan membuat lebih dekat dengan masyarakat dan dapat memberikan layanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau.
Berkat kemajuan teknologi, edukasi mengenai literasi farmasi kini semakin luas, memungkinkan masyarakat memahami konsumsi obat secara bijak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved