Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH meyakini peluang masyarakat untuk bekerja di luar negeri tetap terbuka lebar meski saat ini masih pandemi virus korona. Selain terdapat banyak negara yang menerima kedatangan pekerja migran, pemerintah pun akan memfasilitasi keberangkatan mereka, termasuk dengan memberi bantuan modal.
Hal ini disampaikan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
(BP2MI) Benny Rhamdani saat menandatangani kerja sama dengan berbagai
lembaga pendidikan, di Bandung, Jawa Barat, Kamis (16/9).
Dia menjelaskan, peluang warga Indonesia bekerja di luar negeri masih terbuka lebar.
Menurut Benny, terdapat ada 56 negara yang membuka peluang penempatan
bagi warga Indonesia. Negara-negara itu di luar Taiwan dan Korea Selatan karena masih menerapkan pembatasan sosial akibat pandemi ini.
"Tapi jika kondisi normal, pandemi berakhir, setiap tahun kita
menempatkan 207 ribu pekerja kita ke negara penempatan untuk
berbagai sektor," katanya.
Tak hanya itu, menurut Benny, negara siap memberikan bantuan modal bagi calon pekerja migran.
"Kita ingin meyakinkan kepada anak-anak bangsa, harus ditangkap sebagai
peluang dan tidak boleh lagi berpikir seolah-olah kalau kita ingin
bekerja ke luar negeri, mereka akan menemukan hambatan dan kesulitan,"
ucapnya.
Selain itu, Benny mengatakan penempatan ke luar negeri juga menjawab masalah pengangguran di Indonesia yang saat ini jumlahnya terbilang tinggi.
"Di satu sisi karena pandemi ya masalah dalam negeri memunculkan angka
pengangguran yang sangat tinggi. Di sisi lain ada peluang besar,"
katanya seraya berharap penempatan ini bisa dijadikan solusi agar tidak
terjadi penambahan angka pengangguran di dalam negeri.
Benny pun memastikan penempatan pekerja di luar negeri akan dilakukan
dengan tata kelola yang baik. Selama ini masyarakat kerap kerap berpikir adanya kendala untuk bekerja di luar negeri, terutama terkait persoalan biaya.
Menurut dia, untuk masalah ini pemerintah berkomitmen membantu
masyarakat yang mau bekerja ke luar negeri. "Negara akan memfasilitasi
bahkan modal bekerja disiapkan oleh negara. Jadi tidak boleh ada lagi untuk mewujudkan mimpi mereka harus pinjam. Apalagi karena tidak memiliki uang untuk modal bekerja, terpaksa mereka meminjam ke rentenir," ujarnya.
Selain biaya, pihaknya pun memastikan akan mempermudah pengurusan
dokumen-dokumen calon pekerja migran. "Itu tidak boleh terjadi lagi.
Negara akan fasilitasi dan memberikan kemudahan anak-anak bangsa untuk
menangkap peluang kerja di luar negeri."
Di sisi lain, selain persolan biaya, masalah keterampilan hingga bahasa juga dianggap menjadi kendala. Untuk mengatasi itu, pihkanya berkolaborasi dengan lembaga pendidikan.
Saat ini terdapat enam yayasan dan lima perguruan tinggi yang telah
bekerja sama untuk memberikan pelatihan kepada calon pekerja migran.
"Mereka harus mendapatkan pelatihan, keterampilan."
Dengan begitu, dia optimistis pekerja migran Indonesia akan memiliki
keunggulan dibanding tenaga kerja dari negara lain. "Akhirnya mereka
memiliki keahlian, keterampilan, dan kemampuan berbahasa cukup kuat.
Tidak boleh kalah dengan pekerja Filipina," tegas Benny. (N-2)
PENGUATAN link and match antara pendidikan dan kebutuhan industri dinilai menjadi kunci dalam mengoptimalkan kualitas pertumbuhan tenaga kerja.
Jika SPPG yang sudah beroperasi sudah mencapai 21.000 SPPG, maka, 987.000 orang tenaga kerja telah terserap secara langsung di daput-dapur MBG.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pendatang baru pasca Idul Fitri 1447 H mempersiapkan diri dan memiliki skill, seiring ekonomi Jakarta yang tumbuh positif.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan tren membaik pada November 2025.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
Sinergi ini merupakan bukti nyata bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri mampu menghasilkan talenta berkualitas.
SEBANYAK 11 calon pekerja migran Indonesia asal Kalimantan Selatan yang akan berangkat bekerja sebagai penata laksana rumah tangga ke Arab Saudi nonprosedural atau ilegal dipulangkan.
PMIĀ asal Kota Sukabumi, Jawa Barat, sempat tertahan di Tiongkok, negara tempatnya bekerja, akibat kondisi kesehatan yang memburuk.
Ketidakjelasan batas kebijakan inilah yang menimbulkan kebingungan dan menghambat penempatan resmi melalui jalur yang seharusnya legal
Negara tujuan terbesar pekerja migran Indonesia yaitu Taiwan terkonsentrasi pada lima sektor, yakni house maid, caregiver, plantation worker (pekerja perkebunan), worker, domestic worker.
Anggota DPR RI Mercy Barends menyoroti kasus penyelundupan 9 WNA China di Perairan Tanimbar dan mendesak penegakan hukum tegas serta patroli laut diperkuat.
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved