Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung menyebutkan sebanyak 12 ekor babi hutan di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) wilayah Kabupaten Bengkulu Utara ditemukan mati akibat terinfeksi virus African Swine Fever (ASF) atau bisa disebut flu babi Afrika.
Kepala Urusan Program dan Kerjasama BKSDA Bengkulu-Lampung, Erni Suyati mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan informasi dari tim di resort, pada 27 Agustus 2021, bahwa banyak babi hutan yang mati mendadak di dalam kawasan konservasi.
"Sebelumnya kami sudah mendapatkan informasi bahwa di luar kawasan konservasi sudah ada babi hutan yang mati mendadak dan kami tidak melakukan investigasi penyakit karena sudah ada instansi terkait seperti dinas peternakan dan kesehatan hewan," kata Erni di Bengkulu, Senin (6/9).
Setelah mendapat laporan dari lapangan bahwa di dalam kawasan konservasi juga ditemukan babi hutan mati, pihaknya melakukan investigasi di dalam kawasan dan melakukan bedah bangkai pada 28 Agustus 2021 dengan mengambil sampel babi tersebut dan melakukan pemeriksaan verologi untuk mendeteksi penyakit ASF.
Selanjutnya pihak BKSDA Bengkulu berkoordinasi dengan Balai Besar Penelitian Veteriner Kementerian Pertanian di Provinsi Bengkulu dan dari dari pemeriksaan diketahui bahwa 12 babi hutan yang mati mendadak tersebut positif terinfeksi virus African Swine Fever.
"Kami harus berkolaborasi dengan balai veteriner untuk penanganan bangkai untuk mencegah penularan lebih lanjut," katanya.
Virus ASF hanya menyerang babi hutan maupun babi peliharaan dan penularan virus ini termasuk sangat cepat melalui kontak langsung maupun tidak langsung bahkan kematian akibat virus ASF sangat tinggi dalam lima hari.
Pada 2019-2021, menurut Erni, kasus ASF sudah dilaporkan terjadi di provinsi tetangga dan saat ini masuk ke wilayah Provinsi Bengkulu. Padahal, Provinsi Bengkulu termasuk pemasok daging babi hutan dalam jumlah besar ke luar Provinsi Bengkulu sehingga hal tersebut dikhawatirkan mempengaruhi penyebaran virus tersebut.
Ia menambahkan bahwa saat ini belum ada vaksin untuk menghindari penyebaran virus ASF sebab virus ini masih baru di Indonesia dan tidak berpengaruh bagi manusia, namun manusia bisa membawa virus ke babi lainnya atau bisa disebut perantara.
Untuk penanganan bangkai babi hutan yang positif maka babi tersebut harus dimusnahkan atau dikubur dengan dibungkus plastik dan dikubur dengan kedalaman dua meter di dalam tanah untuk memutus tali penularannya.
Erni menjelaskan bahwa sejak Juli hingga September 2021, sebenarnya penyebaran virus ini ada dan merata di Provinsi Bengkulu dari Kabupaten Mukomuko hingga perbatasan Bengkulu dengan Provinsi Lampung sebab pihaknya telah menerima laporan babi hutan yang mati mendadak.
Akibat virus ASF ada kemungkinan babi hutan musnah karena penyebaran yang sangat cepat dan belum ditemukan vaksinnya.
"Kami khawatirkan virus ini menyerang babi gunung yang spesiesnya mulai langka sebab babi hutan di Bengkulu kemungkinan sudah terinfeksi," katanya. (Ant/OL-12)
Peserta try out terdiri dari 1.000 orang siswa kelas 6 Sekolah Dasar dan 1.000 siswa kelas IX Sekolah Menengah Pertama.
PERUM Bulog Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, telah melaksanakan program serapan gabah dan jagung petani mencapai 86, 859 ton pada 2025 lalu.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Bengkulu, menerima sebanyak 19.500 dosis alokasi vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari pemerintah pusat pada Januari 2026.
Selain itu lanjut dia, segera menghubungi layanan panggilan darurat 112 agar petugas yang bersiaga dapat menindaklanjuti laporan yang disampaikan oleh masyarakat Kota Bengkulu.
Alokasi anggaran sebesar Rp200 juta untuk mendukung berbagai program kebersihan, meskipun saat ini teknis pelaksanaan masih akan dibahas lebih lanjut.
Harga komoditas cabai merah keriting di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, masih bertahan Rp35 ribu per kilogram sejak sepekan terakhir setelah pasokan mulai normal.
Kasus flu babi H1N1pdm09 kembali menjadi sorotan setelah lima anak di Riau meninggal. Prof Tjandra Yoga Aditama menjelaskan langkah penanggulangan salah satunya pola hidup sehat.
Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa kelima anak di Riau tersebut positif terinfeksi Influenza A/H1pdm09 dan Haemophilus influenzae atau flu babi
KASUS Influenza A di Kota Batam dilaporkan mengalami peningkatan dalam beberapa minggu terakhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada.
Ribuan hewan ternak babi mati mendadak di Parigi Moutong, Poso, dan Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Penyebabnya, virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika.
Sebanyak 14.756 ekor ternak babi di Luwu Timurm Sulawesi Selatan mati mendadak akibat serangan virus African Swine Fever (ASF) atau flu babi Afrika.
Ratusan babi di beberapa daerah mati mendadak diduga akibat Flu Babi Afrika yang sebelumnya telah dikonfirmasi mewabah di Batam. Namun, Menteri Pertanian membantahnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved